Dikisahkan pada tahun 1867, seorang ibu rumah tangga yang merasa bosan dengan kehidupannya berselingkuh dengan sahabat suaminya. Peristiwa perselingkuhan yang berakibat tragedi terhadap kedua keluarga itu mengakibatkan pembunuhan yang tak diduga.
Baca Juga: Gandeng Seniman Nigeria, Biennale Jogja XIII Resmi Dibuka!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di akhir produksi, review yang ditulis oleh Marilyn Stasio di babak kedua dianggap sebagai adegan yang menggairahkan. Khususnya ketika adegan Knightley bersama dengan Ryan.
Meski set-up indah dan dramanya dianggap tergesa-gesa, tapi kritikus di Hollywood Reporter menawarkan analisis yang lebih ramah. "Produksi akan diuntungkan jika Knightley bisa menahan diri untuk tetap berlabuh pada kenyataan, bukan menganggapnya sebagai melodrama selama 2,5 jam," ucapnya dilansir dari BBC, Senin (2/11/2015).
(tia/tia)











































