Di pameran bersama 10 penampil lainnya, Jatiwangi Art Factory berpartisipasi dalam 'ASEAN-ROK Contemporary Art Exhibition' dengan tajuk 'City, Remembrance and Reimagining'. Kurator Evelyn Huang mengatakan karyanya dibuatkan artefak dengan model kuno.
"Mereka punya project sebelum semua jadi Jakarta yang merepresentasikan pra-kota. Menarik kalau ngomongi karya-karya yang berasal dari tanah buatan Jakarta Art Factory," ucapnya kepada detikHOT sebelum pembukaan pameran di Edwin Gallery, belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum adanya artefak tersebut, semua elemen Jatiwangi mulai dari bupati, kepala sekolah, kepala desa, dan lain-lain sepakat mendokumentasikan. "Ada nota kesepakatan buat project ini," jelasnya.
Melalui project 'Sebelum Semuanya Menjadi Seperti Jakarta' yang dimulainya sejak 2010 mengangkat kesadaran akan pembangunan yang mengedepakan kesetaraan antara megapolitan dan desa. Serta keterlibatan penduduk desa dengan gaya hidup yang unik dan baru.
Karya seni Jatiwangi Art Factory dapat dilihat di lantai dua Edwin Gallery, persis di dekat tangga masuk. Setinggi hampir dua meter, guci tersebut menyimbolkan tiga bagian dari perjalanan Jatiwangi.
Simak: Di Produksi ke-142, Teater Koma Tetap Eksis 38 Tahun
Menurut Dila dan Ismal Muntaha, ketiga bagian itu momen terpenting dari Jatiwangi. "Sebelum temuan terjadi, apa yang kami temukan atau masa sekarang ini," ungkap Dila.
Eksibisi 11 seniman ASEAN sudah dibuka sejak Rabu pekan ini (28/10/2015), dan saksikan sampai 8 November mendatang.
(tia/mmu)











































