Ternyata, sama seperti tahun-tahun sebelumnya nama Haruki Murakami dianggap sebagai pemenang favorit dan berada di ranking kedua. Menurut NKH, saat pengumuman berlangsung fans-nya berkumpul di sebuah kafe di kawasan Tokyo.
Mereka menghabiskan malam dengan membaca dan berdiskusi tentang karya-karya Murakami. Khususnya '1Q84' dan 'The Wind-Up Bird Chronicle'. Di lokasi tersebut, memang menjadi tradisi setiap hari pengumuman Nobel Sastra 2015, mereka akan berkumpul. Tradisi tersebut sudah berjalan selama enam tahun berturut-turut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penggemar yang dikenal dengan sebutan 'Harukists' menyatakan kekecewaannya di akun Twitter. Mereka kecewa karena nama Murakami hanya keluar sebagai favorit bukan pemenang yang diagung-agungkan dunia.
Seperti yang dikicaukan oleh penggemarnya:
"Sangat menyeramkan Harukists berkumpul setiap tahun di kafe daerah Nishiogikubo tapi aku tak bisa menertawakannya karena sejak SMA aku terobsesi dengan Haruki Murakami," kicaunya.
Baca Juga: Buku Bestseller Yoris Sebastian Tampil di Frankfurt Book Fair 2015
Akun @tuscanblue2015 juga berkicau, "Setiap tahun semua program berita menayangkan tentang komunitas yang menyebut diri mereka sebagai penggemar Haruki Murakami dan keributannya di sebuah toko, menunggu dan pergi 'arghhh!'."
"Ketika pemenang kembali diumumkan, media mengambil foto mereka yang sedang bersedih. Ini tidak seperti seseorang yang kehilangan sesuatu tapi saya pikir Murakami membenci jika namanya dikategorikan sebagai kandidat unggul," kicaunya lebih lanjut.
(tia/aay)











































