Galeri Nasional Indonesia Buka Ruang Koleksi Permanen

Galeri Nasional Indonesia Buka Ruang Koleksi Permanen

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 05 Okt 2015 12:38 WIB
Galeri Nasional Indonesia Buka Ruang Koleksi Permanen
Jakarta - Setelah direnovasi selama dua tahun, pameran tetap koleksi Galeri Nasional Indonesia kembali dibuka. Karya seni ciptaan perupa Indonesia dan mancanegara kembali dipajang untuk umum setiap hari Selasa-Jumat pada pukul 09.00-16.00 WIB.

Ruang pameran menempati Gedung B Lantai 2 dan akan diresmikan pada 7 Oktober oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Dalam keterangannya, Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana mengatakan ruang pameran ditata sesuai museum seni rupa modern dan kontemporer dengan mengusung konsep baru yang berbeda dari sebelumnya.

"Setelah revitalisasi, Pameran Tetap yang dikuratori Suwarno Wisetrotomo dan Citra Smara Dewi disajikan dengan penataan berdasarkan periodisasi perjalanan seni rupa Indonesia," katanya, Senin (5/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Periodisasi terbagi dalam dua bagian besar, yaitu Galeri 1 dan Galeri 2. Secara keseluruhan, terdiri dari 13 ruang dengan dilengkapi teks informasi (cetak dan multimedia).

Baca Juga: Ulang Tahun ke-2, Galeri Indonesia Kaya Tampilkan Seniman Dua Generasi

Nantinya, di Galeri 1 akan ditampilkan Seni Rupa Modern Indonesia dan Internasional. Sedangkan Galeri 2 terbagi menjadi empat ruang. Diantaranya Ruang 8 dan 9 yang menyuguhkan Gerakan Seni Rupa Baru, serta Ruang 10 dan 11 yang berisi Seni Rupa Kontemporer Indonesia.

Sebagian karya yang ditampilkan adalah Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Otto Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Widayat, Djoko Pekik, Eddie Hara, Heri Dono, Jim Supangkat, Dede Eri Supria, Tisna Sanjaya, Krisna Murti, Anusapati, dan Mella Jaarsma.

Simak: Sembilan Matahari Bawakan Cerita Boneka Matryoshka di 'Circle of Light' Moskow

Serta karya perupa internasional antara lain Victor Vasarely, Wassily Kandinsky, Hans Arp, Zao Wou-Ki, Hans Hartung, dan Sonia Delaunay.

"Dibukanya Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia ini merupakan salah satu bentuk layanan edukasi­–kultural Galeri Nasional Indonesia kepada publik luas sebagai media belajar atau apresiasi seni," ungkap Andre.

(tia/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads