Ruang pameran menempati Gedung B Lantai 2 dan akan diresmikan pada 7 Oktober oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Dalam keterangannya, Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana mengatakan ruang pameran ditata sesuai museum seni rupa modern dan kontemporer dengan mengusung konsep baru yang berbeda dari sebelumnya.
"Setelah revitalisasi, Pameran Tetap yang dikuratori Suwarno Wisetrotomo dan Citra Smara Dewi disajikan dengan penataan berdasarkan periodisasi perjalanan seni rupa Indonesia," katanya, Senin (5/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Ulang Tahun ke-2, Galeri Indonesia Kaya Tampilkan Seniman Dua Generasi
Nantinya, di Galeri 1 akan ditampilkan Seni Rupa Modern Indonesia dan Internasional. Sedangkan Galeri 2 terbagi menjadi empat ruang. Diantaranya Ruang 8 dan 9 yang menyuguhkan Gerakan Seni Rupa Baru, serta Ruang 10 dan 11 yang berisi Seni Rupa Kontemporer Indonesia.
Sebagian karya yang ditampilkan adalah Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Otto Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Widayat, Djoko Pekik, Eddie Hara, Heri Dono, Jim Supangkat, Dede Eri Supria, Tisna Sanjaya, Krisna Murti, Anusapati, dan Mella Jaarsma.
Simak: Sembilan Matahari Bawakan Cerita Boneka Matryoshka di 'Circle of Light' Moskow
Serta karya perupa internasional antara lain Victor Vasarely, Wassily Kandinsky, Hans Arp, Zao Wou-Ki, Hans Hartung, dan Sonia Delaunay.
"Dibukanya Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia ini merupakan salah satu bentuk layanan edukasiΒβkultural Galeri Nasional Indonesia kepada publik luas sebagai media belajar atau apresiasi seni," ungkap Andre.
(tia/tia)











































