Kirab Budaya Sampai Kamar Jomblo di Panggung Literasi Selatan

Kirab Budaya Sampai Kamar Jomblo di Panggung Literasi Selatan

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 01 Okt 2015 08:37 WIB
Kirab Budaya Sampai Kamar Jomblo di Panggung Literasi Selatan
Jakarta - Panggung Literasi Selatan yang menjadi bagian dari festival dua tahunan Biennale Jogja Ekuator #3 bersinergi dengan pemerintahan Desa Panggungharjo, Bantul. Perhelatan ini menandai dibukanya Hari Ulang Tahun Desa Panggungharjo sampai Desember mendatang.

Serangkaian acara memeriahkan panggung desa ke panggung internasional. Terdiri dari pameran, pasar, pertunjukan, diskusi, pemutaran film, hingga kirab budaya yang dibuka pada 4 Oktober.

Dalam keterangan yang diterima detikHOT, Kamis (1/10/2015), kirab merupakan agenda rutin dari Desa Panggungharjo yang diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas hari jadi desa tersebut. Dalam Equator Festival Biennale Jogja XIII, kirab budaya diselenggarakan menyusuri situs budaya Karanggede yang menjadi penanda terakhir bagaimana cerita kampung ini dimulai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Dari Panggungharjo ke Panggung Sastra Internasional

Selama tiga hari penyelenggaraan, panggung seni desa juga diisi oleh 20-an kelompok seni yang dikelola warga secara mandiri. Grup tersebut akan tampil di tiga tempat, yakni Dusun Prancak Glondong (Halaman Radio Buku, Jl. Sewon Indah I), Dusun Pandes (Kantor Kelurahan Panggungharjo), dan Lapangan Prancak.

Eksibisi dan workshop mading juga melibatkan puluhan sekolah SMP se-Kabupaten Bantul. Kemudian, rangkaian lapak buku indie, makalah bermutu pindai, nyete dan diskusi 'Kopi, Kretek, dan Negara, Jawigraphy, pameran dan diskusi arsip zine, panggung sastra, Mojok bareng anak Mojok, buku gotong royong hingga Kliping Jogja Istimewa Ruang Arsip juga digelar di Hall Radio Buku 'Bale Black Box' di Sewon Indah 1, Prancak Glondong.

Tak ketinggalan yang seru adalah 'Kamar Jomblo' yang menampilkan seniman-seniman berbakat dari kaumnya. Seperti karya-karya 'potosopan' Agus Mulyadi yang membuatnya menjadi selebriti kesepian. Serta parade poster meme-meme marxis yang tragis dari Dewan Kesepian Jakarta (DKJ). Jargon utamanya, Progresif, Militan, Kesepian.

'Panggung Literasi Selatan' tidak akan meriah tanpa seniman street art yang tergabung dalam Ruang Kelas SD (RKSD). Tiga tahun bekerja dalam kampung, RKSD menjadi fenomena tersendiri setelah Jogja Mural Forum.

Festival akhir pekan ini diselenggarakan dari 2-4 Oktober di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Jangan sampai ketinggalan keseruan Panggung Literasi Selatan ya!

(tia/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads