Tema 'Sastra dan Rasa' dipilih karena pengetahuan dan narasi tak terpisah dari pengalaman indrawi dan pengecapan, kekayaan intelektual dan kuliner bersambungan dalam kesusastraan. Di hari pembukaan akhir pekan ini, akan diawali dengan pameran buku 'Indonesia Goes to Frankfurt' di Serambi Salihara.
Lalu, acara dilanjutkan ke Teater Anjung dengan lokakarya berbayar 'Kelas Kopi dan Puisi'. Puncak acara akan diisi dengan pembacaan karya sastra oleh para penulis muda dalam 'Bintang-bintang di Atas dan Bawah Langit Jakarta'. Serta dilanjutkan dengan 'Makan Malam Sastra: Puisi Sebagai Doa Makan', penyair Joko Pinurbo akan membacakan puisinya sebagai pengganti doa makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Esok harinya, ada diskusi karya terjemahan dan penulisan bahasa Inggris dalam 'Lost in Translation: Ngobrol Terjemahan Sastra' dengan pembicara Yusi Avianto Pareanom (Penulis 'Rumah Kopi Singa Tetawa') dan Rain Chudori (Penulis) yang akan dimoderatori oleh Muhammad Hilmi (Whiteboard Journal).
Setelah itu, ada acara 'Syair Lisan dan Adu Puisi' yang dapat diikuti sambil minum kopi dan menikmati suasana senja. Peserta terdiri dari beragam kalangan yang akan membacakan puisi karyanya sendiri. Di malam harinya, pembukaan ditutup dengan pentas teater 'Senlima' produksi Papermoon Puppet (Indonesia) dan Retrofturisten (Jerman).
Β
Program 'Bienal Sastra Salihara 2015' akan menjadi ruang pertemuan antara penikmat seni-sastra, penulis, pecinta bahasa, hingga komunitas. Mari menikmati suguhan kekayaan kuliner yang dibalut dalam karya sastra!
(tia/mmu)











































