Slahi menulis buku harian tersebut ketika menjadi tawanan Guantanamo pada 2002 lalu. Ia menggambarkannya sebagai peristiwa penangkapan dan penyiksaan yang paling diingatnya sepanjang sejarah.
Baca Juga: Rayuan ala Maestro Lukis Basoeki Abdullah Hadir di Jakarta
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, penghargaan tersebut diterima oleh 'H for Hawk' oleh Helen Macdonald. Kini, penulis Slahi harus bersaing dengan daftar penulis panjang lainnya. Di antaranya buku 'Black Earth' tentang sejarah Holocaust.
Simak: Seniman Peraih Prince Claus FX Harsono Pameran Tunggal Oktober
Kemudian, sejarah Robert Gildea tentang perlawanan Prancis 'Fighters in the Shadows' dan 'Emma Skyβs The Unravelling'. Kisah tentang peperangan Irak juga masih dalam nominasi.
(tia/ron)











































