Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP dalam keterangan persnya mengatakan gelaran ini mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Pengemasan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pelangi Budaya Bumi Merapi adalah perpaduan tiga event besar di Sleman," ungkapnya di kantornya di Jalan KRT Pringgodiningrat No.13, Beran Tridadi, Sleman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Terbenam dan Tersingkir, Buku Jogja Belum Mati!
Event yang dikemas dalam bentuk kirab budaya ini merupakan wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman. Masyarakat Sleman adalah masyarakat 'Bumi Merapi' yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan terinternalisasi di kalangan masyarakat.
Pada hari pertama, Jumat 25 September 2015 pukul 14.30 WIB akan disajikan kegiatan utama berupa Festival Kesenian Sleman dengan format Pawai Seni Tiga Dimensi atau yang kebanyakan orang mengenal dengan ogoh-ogoh dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman. Start dari Lapangan Denggung menuju finish di Lapangan Pemda Sleman.
Selain itu, pada pukul 19.30 WIB juga disajikan 2 (dua) jenis atraksi yaitu pentas aneka seni oleh Dimas Diajeng Cilik Sleman di Panggung Utama Lapangan Tenis serta pentas kethoprak PS Bayu dari Pajangan Sleman di Panggung Utara Lapangan Denggung. Pada hari pertama ini diawali dengan pementasan kesenian jathilan pada pukul 09.00 – 11.30 WIB di Panggung Utara Lapangan Denggung
Di hari kedua, Sabtu 26 September 2015 mulai pukul 11.00 WIB akan disajikan Festival Bregada Prajurit yang melibatkan 32 kontingen dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman dengan start dari lapangan Pemda menuju Lapangan Denggung. Dilanjutkan pada sore harinya jam 17.30 dengan pentas seni angklung di Panggung Utara Lapangan Denggung. Malam harinya mulai pukul 19.30 WIB dipentaskan Sendratari Ramayana Full Story di Panggung Utara Lapangan Denggung serta Pentas Musik Pensil Alis oleh seniman Anang Batas di Panggung Utama Lapangan Tenis.
Hari ketiga, Minggu 27 September 2015 pukul 13.00 – 17.00 WIB merupakan acara puncak yang berupa Karnaval Pelangi Budaya Bumi Merapi yang melibatkan lebih dari 50 kontingen dengan kekuatan lebih dari 1700 personel dari berbagai elemen komunitas seni budaya dan stakeholder pariwisata yaitu hotel, restoran, museum, perguruan tinggi, desa wisata, upacara adat. Bahkan komunitas mahasiswa luar daerah juga akan bergabung dalam event ini, diantaranya komunitas mahasiswa Bali, Banjarnegara dan Kalimantan Barat.
(tia/ron)











































