Namun, aksi kali ini ia mengakui tidak akan membersihkannya. Ia ingin menyoroti intoleransi yang ada di masyarakat.
Baru-baru ini ia mengatakan pekerjaannya terbuka untuk interpretasi. "Siapa saja boleh menginterpretasikan patung ratung yang berkuasa itu," katanya dikutip dari BBC, Selasa (8/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istana Versailles tadinya adalah rumah bagi Marie Antoinette. Ratu-nya digulingkan selama Revolusi Prancis. Di serangan terbaru, patung tersebut disemprot dengan cat berwarna putih.
"Sekarang patungnya akan membawa bekas luka dari serangan kedua. Saya tidak ingin membersihkannya dan intoleransi tetap ada di karya itu," katanya.
Meski aksi vandalisme tetap merajalela, tapi Perdana Menteri mengecam pelaku akan dihukum berat. Rencananya, patung Anish Kapoor akan tetap ada di depan Istana hingga 1 November mendatang.
(tia/mmu)











































