Hal menarik yang dipamerkan adalah karya seni yang bersifat lintas disiplin baik seni murni, kriya, fashion, fotografi dan multimedia. Konsepnya bermuara pada estetika 'tanpa batas'.
"Perupa tidak lagi terkotak-kotak pada satu disiplin ilmu namun melintas batas. Konsep ini yang sesungguhnya menjadi roh pendidikan di IKJ," tulis siaran pers yang diterima detikHOT, Jumat (4/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal berdirinya, IKJ mengajarkan bagaimana karya seni rupa bisa bersinergi dengan disiplin ilmu lainnya. Seperti seni film-televisi, pertunjukan (teater, musik, dan tari), dan sebagainya.
Pembukaan pameran dibuka pada 4 September dan akan berlangsung sampai 19 September 2015. Selain pameran seni rupa, juga akan diadakan peluncuran dan diskusi buku terbitan FSR IKJ Press dengan tema 'Apresiasi Seni Rupa Indonesia: Esai dan Kritik Dan Suwaryono' yang berisi kritik seni rupa dari dosen teori pertama.
Acara akan berlangsung pada 11 September di lobi Galeri Cipta II, TIM. Dengan pembicara yakni Asikin Hasan, Bambang Bujono, Dolorosa Sinaga, dan moderator Firman Lie.
(tia/ron)











































