JKTMOVEIN 2015 Pentaskan Drama Musikal Kolosal 'Gemuruh'

JKTMOVEIN 2015 Pentaskan Drama Musikal Kolosal 'Gemuruh'

Tia Agnes Astuti - detikHot
Kamis, 06 Agu 2015 20:05 WIB
JKTMOVEIN 2015 Pentaskan Drama Musikal Kolosal Gemuruh
Jumpa wartawan JKTMOVEIN
Jakarta -

Berawal dari sekelompok anak muda yang mencintai seni pertunjukan, kali ini Jakarta Movement of Inspiration (JKTMOVEIN) 2015 akan mementaskan drama musikal kolosal terbarunya yang berjudul 'Gemuruh'. Pentas menyambut hari kemerdekaan Indonesia diadakan pada 15-16 Agustus 2015 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

'Gemuruh' sebagai karya kedua dari JKTMOVEIN mengambil benang merah dari semboyan Bhineka Tunggal Ika. Filosofi ini membawa kepada keberagaman budaya dari banyaknya suku.

Founder JKTMOVEIN sekaligus sutradara drama musikal kolosal 'Gemuruh' Nurul Susantono mengatakan naskah yang dibuat oleh JKMOVEIN sendiri dikerjakan Januari lalu. "Kami buat sendiri universe atau setting pentas yang bernama Samasta. Di dalamnya ada empat suku dominan yang karena beragamnya budaya memunculkan konflik," ucapnya saat jumpa pers di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (6/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut Nurul, di tengah konflik suku-suku tersebut ada sebuah bencana besar yang melanda Samasta. "Nah, bencananya itu apa yang masih kami rahasiakan. Tunggu tanggal 15 Agustus nanti," tutur lulusan Komunikasi Universitas Indonesia ini.

Baca Juga: Drama Musikal 'Sailor Moon' Digelar September

Pertunjukan yang memadukan unsur akting, tarian dan nyanyian tersebut akan berdurasi 2 jam dan melibatkan 34 pemain di atas panggung. Sebagian besar para pemain, musisi, kru panggung hingga tim pendukung melalui proses seleksi pendaftaran terbuka.

"Para pemeran semua terbuka mendaftar dan kami seleksi. Karena di pertunjukan ini bukan hanya bisa main akting saja tapi juga full nari dan juga nyanyi," kata Nurul.

Di tahun 2014, JKTMOVEIN sukses menggelar 'Musikal Sekolahan' yang juga bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Pertunjukan tersebut sukses ditonton 2000 orang di Teater Jakarta dan tiketnya sold out selama dua hari pementasan.

(tia/ron)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads