detikHot

art

70 Nama yang Akan ke Frankfurt Book Fair 2015 Masih Terkendala Birokrasi

Kamis, 02 Jul 2015 11:44 WIB Tia Agnes Astuti - detikHot
Dok.Tim Frankfurt Book Fair 2015 Dok.Tim Frankfurt Book Fair 2015
Jakarta - Indonesia dipercaya sebagai tamu kehormatan di perhelatan Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 pada Oktober mendatang di Jerman. Segala persiapan tengah dirampungkan, namun masih ada sejumlah kendala. Salah satunya, 70 nama pengarang yang akan diberangkatkan masih terkendala birokrasi. Duh!

Ketua Komite Media dan Hubungan Luar FBF 2015 Andy Budiman mengatakan, nama-nama tersebut sudah diselesaikan pihak Komite Buku. "Tapi pekan ini akan diserahkan ke Kementerian dan secepatnya akan difinalisasi," katanya ketika dihubungi detikHOT, Rabu (1/7/2015).

Andy menambahkan bahwa pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berjanji akan memberangkatkan 70 nama yang disebut-sebut telah beredar di Jerman tersebut. "Semoga nggak dipotong, artinya bisa berangkat semuanya," harapnya.

Ke-70 nama tersebut, kata Andy, bukan berasal dari bidang sastra saja. Tapi juga seniman, perupa, pengarang buku anak, koki nusantara, animator, ilustrator, arsitek, penggiat sastra dan lain-lain.

Termasuk nama Linda Christanty dan AS Laksana yang belakangan keras mengkritik keikutsertaan Indonesia dalam Frankfurt Book Fair 2015. Mereka menilai, ada nama tertentu yang seolah sengaja ditonjolkan sejak jauh hari, dan adanya kecenderungan penyempitan tema ke seputar Tragedi 1965.

Baca Juga: Kisah seniman Kinez Riza menjelajahi pedalaman Afrika, Kutub Utara, Mongolia hingga Kalimatan di Young&Famous!

"Linda dan Sulak (AS Laksana) juga akan diundang. Bahkan Linda direncanakan akan mengisi salah satu diskusi di sana," kata Andy.

Dalam status Facebook Goenawan Mohamad selaku Ketua Komite Nasional Pelaksana hajatan akbar itu disebutkan, Linda akan hadir dalam satu diskusi panel bersama seorang sarjana Jerman, Gunnar Stange. Buku Linda yang berjudul 'Jangan Panggil Kami Teroris' juga termasuk yang diterjemahkan Penerbit Jerman.

Kriteria pemilihan nama-nama yang akan diberangkatkan ke FBF 2015 tersebut di antaranya bukunya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, Jerman dan lain-lain. "Kriteria kedua karena ini pameran terbesar dan jual-beli, jadi kami berharap copyright karyanya akan dibeli di FBF nanti," lanjut Andy.

Meski belum diumumkan secara resmi, tapi ada beberapa nama yang sudah santer beredar di ranah maya. Di antaranya adalah Zen Hae, Laksmi Pamuntjak, Linda Christanty, NH Dini, AS Laksana, Ahmad Fuadi, Avianti Armand, Budi Darma, Ayu Utami, Dewi Lestari, Eka Kurniawan, Ika Natassa, Ratih Kumala, Sapardi Djoko Damono, Seno Gumira Ajidarma, Okky Madasari, Andrea Hirata, hingga Asma Nadia.

Ketika dikonfirmasi detikHOT, Asma Nadia membenarkan bahwa dirinya telah dihubungi pihak panitia FBF 2015 agar mengosongkan waktu empat bulan lagi. "Saya dikontak via email kira-kira 1,5 bulan lalu, ditelepon dan (diminta) bersedia ke Frankfurt Book Fair," katanya.

Kehadiran Indonesia di FBF 2015 mengusung tema besar '17000 Islands of Imagination'. FBF 2015 akan digelar pada 13-18 Oktober 2015. Indonesia sebagai tamu kehormatan akan mengisi lahan stan seluas 2500 meter persegi.


(tia/mmu)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com