Dilansir dari Guardian, Kamis (11/6/2015), naskah awal tersebut hilang kemarin dan dikhawatirkan pencurinya akan merilis buku bajakan. "Atau akan menjualnya kepada oknum atau ke media massa untuk dibocorkan sebelum perilisan," ungkap tim investigasi.
Baca Juga: Pidi Baiq Segera Luncurkan Novel 'Dilan' Seri Ke-2 Bulan Ini
Kepolisian setempat pun tengah menyelidiki kasus ini. Namun, kasus serupa bukan yang pertama kalinya terjadi di industri penerbitan buku. Pada 2007 silam, seri terakhir dari Harry Potter bocor ke media online satu hari sebelum rilis. Lima tahun sebelumnya, seorang supir truk mencurinya dan menyembunyikan di kotak makanan.
Sama halnya dengan yang terjadi dengan novel Stephenie Meyer 'Twilight'. Ia pun sampai mengaku frustasi dengan berita bocor bukunya dan sempat merasa tertekan.
"Saya merasa terlalu sedih dengan apa yang terjadi," ujar Stephenie.
Kini, penerbit 'Fifty Shades of Grey' Penguin Random House menyakinkan para penggemarnya untuk tetap mendukung apa yang terjadi terhadap karya EL James. "Kami tetap akan menerbitkan 18 Juni seperti yang direncanakan. Dan kita masih akan menunggu investigasi kepolisian."
(tia/tia)










































