"Kemarin baru di Istana Budaya Kuala Lumpur, sudah premier juga ke Jepang dan Singapura dan pastinya akan dibawa ke banyak negara juga," kata sutradara Atilah Soeryadjaya ketika ditemui wartawan di Teater Salihara Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2015) malam.
Namun, hingga kini Atilah masih merahasiakan negara-negara yang akan ditujunya tersebut. "Nanti, dalam waktu dekat juga akan dipaparkan," lanjutnya lagi.
'Matah Ati' menceritakan kisah cinta pada abad ke-18 tentang perjuangan seorang gadis desa bernama Rubiyah. Ia menjadi pahlawan perang dari 40 wanita tentara yang berperang saat invasi Belanda ke kerajaan Mangkunegaran.
Setelah 'Matah Ati', Atilah bersama para penarinya pun mementaskan 'Ariah' di Monas beberapa waktu lalu. 'Ariah' mengedepankan unsur Betawi.
"Waktu di KL, saya melihat Matah Ati sangat disukai, benar-benar membuat penonton terkagum. Dan kami ingin membawanya ke banyak tempat. Doakan saja," janjinya lagi.
(tia/mmu)











































