Buku tersebut adalah memoar perjalanannya bersama sang suami Max Mallowan yang berprofesi sebagai arkeolog. Saat itu, pasangan tersebut melakukan perjalanan bersejarah ke reruntuhan kota Suriah dan Irak.
Christie memotret ratusan benda bersejarah, menuliskannya, dan menyimpan dokumentasinya. Perjalanan di tahun 1930-an membawa karyanya menjadi salah satu yang fenomenal.
"Setelah tujuh jam panas dan kesepian yang monoton. Palmyra! Saya pikir padang pasir ini akan mempesona, ternyata sangat panas!" tulis Christie di buku tersebut.
Baca Juga: Sweet! Ilustrasi Ini Bisa Buat Tersenyum
"Pemandangannya sangat indah dan luar biasa. Ini seperti mimpi tapi pengadilan dan kuil-kuil hancur. Saya tidak pernah bisa memutuskan akan seperti apa Palmyra. Kota ini benar-benar nyata," tulisnya lagi.
Christie mengunjungi berbagai tempat. Seperti kota kuno Asiria yang Maret lalu dijarah oleh ISIS, makam Syekh Adi dekat Mosul, dan situs warisan dunia yang ada di Suriah lainnya.
Editor buku David Brawn mengatakan, buku Christie kali ini adalah yang paling diabaikan. "Ia menikah di tahun 1930 dengan Max Mallowan dan bepergian bersama sepanjang tahun. Ia ikut tinggal di tenda, penggalian, katalog, membersihkan artefak dan memotretnya," katanya dilansir dari Guardian, Kamis (21/5/2015).
Setelah lebih dari 70 tahun, pihak penerbit akan menerbitkannya pada Agustus mendatang. Foto-foto lama dan langka tersebut juga akan ikut dipublikasikan.
(Tia Agnes Astuti/Is Mujiarso)











































