Mereka adalah Annisa Nisfihani (komikus asal Tenggarong, Kalimantan Timur), Is Yuniarto (komikus dari Surabaya) dan C. Suryo Laksono (komikus dari Jakarta). Ketiganya membuat video berdurasi 2 menit 40 detik dan mempublikasikannya di situs www.beranimencoba.com.
Dalam salah satu video, komikus 'Me vs Big Slacker Baby' Annisa Nisfihani menceritakan perjalanannya menulis komik di Kalimantan Timur. "Dalam seminggu bisa tiga kali mati lampu dan cukup lama. Tapi saya tidak mau berhenti berkarya membuat komik dengan semua kendala itu, meski harus menggambar di bawah cahaya lampu tempel," kata Annisa.
Baca Juga: Jelang 65 Tahun Italia-Indonesia, Opera 'Traviata' Digelar di Jakarta
Di awal berkarier menjadi komikus, Annisa juga mendapatkan tantangan dari orang tuanya yang melarang menjadi komikus. "Setelah melihat usaha saya dan komik bisa memberikan penghasilan, akhirnya mereka bisa mengerti juga."
Berbeda kisah yang dialami oleh penulis komik adaptasi Ramayana modern 'The Grand Legend Ramayana' Is Yuniarto dari Surabaya, Jawa Timur. Ia tak hanya menjadi komikus tapi juga pengajar komik.
"Dengan mengajar, saya percaya juga belajar dan mengasah skill interpersonal saya," ucap Is.
Dengan hastag #BeraniMencoba, ketiganya ingin berpesan kepada anak muda agar mengikuti passion-nya dalam bekerja khususnya di industri kreatif. Komik pun memiliki masa depan yang cerah di Indonesia dan internasional.
(Tia Agnes Astuti/Tia Agnes Astuti)











































