La Biennale Venezia ke-56 dibuka tinggal satu hari lagi. Tak hanya seniman Heri Dono saja yang akan dipamerkan tapi ada satu seniman dari kota Gudeg yang memamerkan karyanya di pameran seni rupa terbesar di dunia tersebut.
Ia adalah Eddi Prabandono. Uniknya, karya 'After Party #3:Living in the High Life' itu menampilkan vespa yang meliuk-liuk sampai ke langit-langit atap galeri.
Karyanya masuk dalam salah satu program collateral event di Venice Biennale yang berjudul 'Frontiers Reimagined' yang digagas oleh Sundaram Tagore dan Tagore Foundation International. Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (8/5/2015), Collateral Event tersebut menampilkan 44 karya seniman dari 25 negara seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karya seni Eddi yang dibuatnya tahun 2013 lalu itu dilirik oleh Sundaram Tagore saat dipajang di Art Stage Singapore 2013 lalu. Vespa berukuran 640 x 340 x 160 sentimeter dan berukuran raksasa itu dikerjakannya bersama dengan tim di studionya di Yogyakarta.
"Sundaram Tagore langsung tertarik dengan karya saya dan mengajak untuk memboyongnya ke Venesia," ungkapnya.
Vespa yang meliuk-liuk dengan nama 'After Party' menyimpolkan kebiasaan anak muda yang suka hang out sampai malam hari dan suka minum-minum. Ketika dalam keadaan mabuk dan tak sadarkan diri, biasanya akan melihat segala sesuatunya menjadi aneh.
"Jadi vespanya saya ibaratkan seperti ini."
Vespa berwarna biru karya Eddi tersebut di La Biennale Venezia dipamerkan di sebuah kastil abad ke-16 bernama Palazzo Gramini. Kastil itu merupakan lambang daris ejarah arsitektur Venesia.
(tia/mmu)










































