Kontroversi Puisi tentang 'Memakan' Ibunya, Penerbit Minta Maaf

Kontroversi Puisi tentang 'Memakan' Ibunya, Penerbit Minta Maaf

- detikHot
Kamis, 07 Mei 2015 08:25 WIB
Kontroversi Puisi tentang Memakan Ibunya, Penerbit Minta Maaf
puisi 'On a Day You Don't Want to Go to Hakwon'
Jakarta - Akhir Maret lalu, sebuah buku kumpulan puisi berjudul 'Solo Dog' diterbitkan oleh penerbit Kim Suk Book'. Puisi-puisi yang ditulis gadis berusia 10 tahun tersebut menuai kontroversi karena kata-katanya yang vulgar dan menampilkan 'kanibalisme' di dalamnya.

Akibat kontroversi tersebut, masyarakat publik Korea bereaksi. Banyak yang mempertanyakan peran dari orang tua ketika anaknya menulis, pihak penerbitan yang mengizinkan terbitnya buku tersebut. Hingga ilustrator yang menggambarkan puisinya terlalu 'menyeramkan'.

Baca Juga: Puisi Bocah 10 Tahun tentang 'Memakan' Ibunya Tuai Kontroversi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya, perusahaan penerbitan tersebut meminta maaf kepada publik melalui homepage-nya. Mereka menerima keberatan dari netizen atas buku yang diterbitkannya.

"Kami menerima banyak keluhan, protes tentang isinya yang berpotensi mempengaruhi anak-anak lainnya. Pengaruh dalam artian secara negatif. Dengan rendah hati, kami meminta maaf," tulisnya, seperti dilansir dari Soompi, Kamis (7/5/2015).

Pihaknya juga akan memberhentikan distribusi dari buku-buku tersebut yang ada di toko buku di Negeri Ginseng tersebut. "Kami juga akan menyingkirkan buku yang saat ini tengah dicetak ulang," katanya.

Buku kumpulan puisi 'Solo Dog' tersebut berada di urutan ke-7 kategori buku anak-anak. Rencananya, setelah kontroversi ini bukunya akan diberhentikan peredarannya.

(tia/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads