Akibat kontroversi tersebut, masyarakat publik Korea bereaksi. Banyak yang mempertanyakan peran dari orang tua ketika anaknya menulis, pihak penerbitan yang mengizinkan terbitnya buku tersebut. Hingga ilustrator yang menggambarkan puisinya terlalu 'menyeramkan'.
Baca Juga: Puisi Bocah 10 Tahun tentang 'Memakan' Ibunya Tuai Kontroversi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menerima banyak keluhan, protes tentang isinya yang berpotensi mempengaruhi anak-anak lainnya. Pengaruh dalam artian secara negatif. Dengan rendah hati, kami meminta maaf," tulisnya, seperti dilansir dari Soompi, Kamis (7/5/2015).
Pihaknya juga akan memberhentikan distribusi dari buku-buku tersebut yang ada di toko buku di Negeri Ginseng tersebut. "Kami juga akan menyingkirkan buku yang saat ini tengah dicetak ulang," katanya.
Buku kumpulan puisi 'Solo Dog' tersebut berada di urutan ke-7 kategori buku anak-anak. Rencananya, setelah kontroversi ini bukunya akan diberhentikan peredarannya.
(tia/tia)











































