Kini, Twitter Rowling kembali ramai. Bukan mengenai karaker-karakter yang ada di Harry Potter Cs tapi pendapatnya tentang kemerdekaan Skotlandia dan menjadi negara merdeka terpisah dari Inggris. Gara-gara itu, ia dikecam dan dimaki.
"Saya dipanggil pengkhianat, pelacur, dan jalang. Saya diberitahu untuk kembali ke tempat saya berasal dan dikecam agar tidak mengambil keuntungan dari Skotlandia," ujar Rowling seperti dilansir dari Guardian, Rabu (6/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rowling diketahui memang mendukung referendum dari Skotlandia. Ia bersama dengan penyanyi David Bowie dan petenis Andy Murray berada dalam jalur yang sama.
"Ketika orang-orang mulai melakukan diskriminasi terhadap siapa pun atas pendapatnya tentang negara yang ditinggali. Lama kelamaan hal ini menjadi 'Death Eatery' untuk saya," katanya.
Meski mendapatkan kicauan balasan dari penggemarnya yang bernada kasar. Tapi tetap ada fans Rowling yang mendukungnya.
"Ia berhak berpendapat sendiri dan bebas mengungkapkannya. Meski saya dan dia tidak sepakat, ia masih penulis favorit saya. Aku mencintaimu, Rowling #kebebasanberbicara."
Tahun lalu, penulis terkaya di dunia ini juga menyumbangkan sebesar Rp 19 miliar untuk kampanye Better Together referendum Skotlandia. Di tahun 2008, ia kembali memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama untuk Partai Buruh.
(tia/tia)











































