Pastinya masih banyak yang membicarakan 'The Avengers: Age of Ultron' belakangan ini. Apalagi dengan pendapatan fantastis meski baru beberapa hari tayang.
Tapi tunggu dulu, seri animasi asli buatan Indonesia 'Bilu Mela' juga membawa kabar gembira. Tercatat setidaknya sudah lima Negara yang membeli lisensi seri ini, termasuk di antaranya jaringan Encripta Brasil dan jaringan Al Jazeera TV.
Dihitung dari debut "Bilu Mela" yang dimulai pada Oktober 2014, maka hal tersebut adalah pertanda bagus untuk perkembangan animasi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βTadinya ingin membuat karakter kembar. Karakter yang selalu hidup bersama, mempunyai karakter yang berlawanan, sering berantem, tapi tetap saling membutuhkan dan menyayangi satu sama lain. Akhirnya muncul lah karakter ikan. Ikan dipilih karena mempunyai alam yang berbeda dengan manusia. Dia juga punya aturan hidup sendiri. Diharapkan hal ini menimbulkan banyak kisah yang belum diketahui oleh manusiaβ kata Fajar dalam keterangan persnya, Senin (27/4/2015).
Bilu dan Mela adalah dua ikan yang hidup dalam dua akuarium yang berbeda. Bilu mempunyai ciri-ciri badan berwarna biru dengan karakter cenderung ceroboh. Sementara Mela merupakan ikan berwarna merah dan mempunyai karakter yang berlawanan dengan Bilu.
Karena sejak awal seri ini diciptakan tanpa dialog, Fajar memutuskan untuk menjual seri ini ke pasar internasional. Ia menggunakan bahasa yang universal yang bisa diserap anak di belahan dunia manapun.
Dikatakan Fajar, distributor dari Irlandia, Monster Entertainment tertarik dengan konsep 'Bilu Mela'. Mereka bersedia bekerja sama untuk mendistribusikan seri ini ke seluruh dunia mengubah judul menjadi 'Flip Flap'.
Debut internasional dimulai pada event MIPCOM, di Cannes pada Oktober 2014. 'Flip Flap' menjadi animasi Indonesia yang pertama kali di screening di event MIPCOM.
Baru-baru ini, 'Flip Flap' baru saja tampil di event MIPTV, yang juga diadakan di Cannes. Dalam waktu dekat, seri itu juga akan screening di Kidscreen.
βPaling tidak ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri bagi masyarakat Indonesia bahwa kita bisa bersaing di level duniaβ, lanjut Fajar lagi.
(kmb/kmb)











































