Setiap karya seni yang dibuatnya khusus dibuat dengan tangan. Berbentuk manik bulat, Coor memasukkan abu ke dalam desainnya lalu menyegel dan melapisinya dengan kaca. Hasilnya, sebuah karya seni unik dan memiliki kenangan dari orang yang dicintai.
"Awalnya, saya mulai membuat kalung yang berisi abu kremasi ini dari pasangan muda. Mereka bertanya, apakah bisa menggabungkan abu dan menjadikannya kalung sebagai kenang-kenangan," katanya, dilansir detikHOT, Selasa (31/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalaman itu luar biasa bagi saya. Ketika saya membuat kalung ini dan menjadi karya seni, saya bermeditasi terlebih dahulu, merenung, lalu membiarkan pikiran saya bebas," lanjutnya lagi.
Ia pun merasa membuat sebuah karya seni yang bagus dan penting dalam hidup seseorang. "Ketika saya menyelesaikannya, dan pasangan kembali mengambilnya, saya langsung terharu dan berpelukan. Kami seperti terasa terikat," ucapnya.
Dengan begitu, Coor pun merasa tertantang membuat karya seni kalung tersebut. Meski membutuhkan waktu yang lama, namun ia tetap menyelesaikan permintaan dari para pelanggannya.
(tia/mmu)











































