Street Artist Tujuh Kota Beraksi di Pameran 'Pause'

Street Artist Tujuh Kota Beraksi di Pameran 'Pause'

- detikHot
Selasa, 10 Feb 2015 18:16 WIB
Street Artist Tujuh Kota Beraksi di Pameran Pause
Jakarta -

Ketika karya seni para street artist masuk ke ruang galeri, maka tak lagi dipandang sebagai sebuah street art. Perbedaan ruang dalam dunia street art dan keterbatasan karya yang dibawa ke dalam galeri membuat mereka menyesuaikannya.

Kini, para street artist atau dikenal dengan nama street fighter tujuh kota akan memamerkan karyanya di ViaVia Café & Alternative Art Space, Jalan Prawirotaman 30 Yogyakarta pada 15 Februari hingga 11 Maret 2015. Pameran bertajuk 'Pause' ini mengadopsi tombol pause yang merupakan istilah istirahat sejenak dari sebuah pergerakan.

"Alurnya bukan menjadikannya berhenti, namun bisa jadi memulai rangkaian bait lain," ucap media relation ViaVia Cafe Rennie 'Emonk' Agustine kepada detikHOT, Selasa (10/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Kontroversi Sekuel 'To Kill a Mockingbird' Masih Berlanjut

Kata 'Pause' juga sebuah waktu jeda bagi para pelaku street art dan graffiti writers dari tujuh kota untuk membuat karya dengan ukuran yang tidak semestinya saat mereka berada dalam zona pertarungan di jalan. Mereka memperlakukan ruang galeri sebagai peristirahatan sejenak dari aktivitas berkarya di jalan.

"PAUSE menjadi semacam triger bagi para pelaku untuk memanaskan hasrat eksplorasinya yang terbiasa intim dengan dinding-dinding perkotaan maupun sudut jalanan, kini ditarik untuk 'bercengkrama' dengan media diluar itu," ungkapnya.

Fenomena para street artist memajang karya di galeri bukan lagi di jalanan tidak terlepas dari perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Perkembangan yang cepat dan dinamis cenderung melewati batas teritorial yang dapat dijangkau. Eksibisi ini dibuka Sabtu (14/2). Informasi selengkapnya di http://www.viaviajogja.com.

(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads