Tangis Keluarga Pecah Lepas Kepergian Diding Boneng Selamanya

Tangis Keluarga Pecah Lepas Kepergian Diding Boneng Selamanya

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Senin, 03 Agu 2026 22:02 WIB
Proses pemakaman Diding Boneng
Pemakaman Diding Boneng. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Aktor Zainal Abidin atau yang akrab disapa Diding Boneng, diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Menteng Pulo, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Suasana haru seketika menyelimuti area pemakaman saat jenazah komedian perlahan dikuburkan.

Terdengar isak tangis sesenggukan dari pihak keluarga yang menghadiri pemakaman. Meski tampak berusaha untuk tegar, beberapa anggota keluarga tak mampu membendung air mata saat melihat nisan bertuliskan Zainal Abidin ditancapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Prosesi pembacaan doa dijalankan dengan sangat khidmat yang dipimpin oleh pemuka agama setempat. Di sela-sela lantunan doa, sang pemuka agama sempat memberikan ucapan singkat yang menyentuh hati para pelayat mengenai dedikasi almarhum. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap jasa Diding Boneng semasa hidup, yang dikenal sangat aktif dan tulus dalam mendedikasikan di bidang seni peran dan teater.

Tak lama kemudian, pertahanan keluarga akhirnya runtuh sepenuhnya ketika prosesi tabur bunga dimulai. Tangis keluarga pecah sejadi-jadinya di atas pusara yang masih basah tersebut.

Anggota keluarga yang tak kuasa menahan kesedihan mendalam dan memilih untuk mundur sejenak, meluapkan tangisannya jauh dari kerumunan makam agar tetap bisa memberikan penghormatan yang tenang bagi almarhum.

Kepergian Diding Boneng memang terasa begitu mengejutkan. Aktor yang ikonik lewat peran-perannya di Warkop DKI ini, mengembuskan napas terakhir pada Senin pagi pukul 06.04 WIB. Sebelum berpulang, ia sempat berjuang melawan komplikasi penyakit yang bermula dari keluhan maag.

Pihak keluarga mengungkap setelah dibawa ke RS Tarakan, diagnosis dokter justru menunjukkan almarhum mengalami serangan stroke dan hipertensi. Di samping riwayat penyakit asma genetik yang sudah diidapnya sejak masa muda.

Diding sempat menjalani perawatan intensif selama 10 hari sebelum akhirnya diizinkan pulang tiga hari lalu, namun takdir berkata lain saat kondisi kembali menurun drastis pada malam sebelum meninggal dunia.



(ahs/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads