"Usianya sudah sangat tua. Ada bagian-bagian yang memang sudah seharusnya direstorasi dan diperbaiki," ucap peneliti dan ahli restorasi asal Jerman Susanne Erhards di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015).
Di Istana Bogor, ia merestorasi dua lukisan 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' dan 'Harimau Minum'. Di lukisan pertama, pernis-nya sangat rapuh dan menguning. Di beberapa bagian lukisan, terlihat pernis telah memisahkan lapisan cat. Serat oksidasi juga sangat tinggi di kanvas lukisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahannya mudah sobek dan ada lubang, keretakan-keretakan di permukaan lukisan. Jadinya permukaan tidak rata," ungkapnya.
Sama halnya dengan lukisan 'Harimau Minum', pernis di atas kanvas lukisan sudah menguning. Beberapa bagian, gambar sudah tidak terlihat. Lukisan ini, kata Susanne, sudah pernah direstorasi pada awal abad ke-20.
"Sayangnya ada beberapa bagian, yang direstorasi diubah tepinya dengan bentuk setengah lingkaran biar sama dengan bingkai sekarang," katanya.
(tia/mmu)











































