Seperti dalam buku tersebut, trio pencuri yang sengaja menculik seorang yatim piatu bernama Tiffany tersebut digambarkannya dengan pakaian bertudung dan berwarna gelap. Serta ilustrasi seorang wanita yang mencium kucing dengan tatapan licik.
"Sebagian karya buku anak-anak saya memiliki elemen sisi takut," ucap Ungerer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia kembali menegaskan jika para pembacanya tidak akan takut membaca ilustrasi hasil ciptannya. "Saya pikir ketakutan adalah elemen yang ditanamkan oleh orang dewasa dan tidak ada alasan bagi anak-anak untuk takut membacanya," tuturnya.
Kini, pria berusia 83 tahun tersebut tinggal bersama istrinya di wilayah terpencil di Irlandia. Ia memulai kariernya di New York pada pertengahan 1950-an hingga 1970-an. Selama bertahun-tahun, karya ilustrasinya berhasil menarik pembaca.
Beragam karya ilustrasi Tomi Ungerer ditampilkan di eksibisi bertajuk 'Tomi Ungerer: All in One' di Drawing Center, New York hingga 22 Maret 2015.
(tia/tia)











































