Bertajuk 'Question of Consicence', tema ASEAN Literary Festival 2015 dipilih sebagai respons atas perkembangan zaman. Khususnya, terkait dengan laju konsumerisme dan perkembangan teknologi informasi.
"Bagaimana sastrawan dan karya sastra ASEAN dan Asia pada umumnya menghadapi perubahan yang ada? Masihkah karya sastra menjadi suara hati nurani dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan?β ucap Direktur ASEAN Literary Festival 2014 Abdul Khalik dalam siaran pers yang diterima detikHOT, Senin (12/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Muara, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan untuk keadilan dan kemanusiaan dengan dukungan dari Kementerian Luar Negeri RI dan Hivos.
(tia/mmu)











































