8 Kartunis Timur Tengah Dukung 'Charlie Hebdo' Lewat Karya Seni (1)

8 Kartunis Timur Tengah Dukung 'Charlie Hebdo' Lewat Karya Seni (1)

- detikHot
Senin, 12 Jan 2015 14:50 WIB
8 Kartunis Timur Tengah Dukung Charlie Hebdo Lewat Karya Seni (1)
Dok.Huffington Post
Jakarta - Beberapa waktu lalu kartunis Asterix, Alberit Uderzo menyatakan dukungannya terhadap kebebasan berekspresi dan mengecam peristiwa penembakan kartunis dan awak redaksi 'Charlie Hebdo', Prancis. Seniman di dunia pun menyerukan dukungan yang sama.

Selain itu, kartunis di seluruh dunia juga ikut mengecam tindakan penembakan tersebut. Dari Sudan hingga San Diego, mereka berkomitmen terhadap kebebasan berekspresi dan berkarya melalui medium apa pun.

Berikut bagian pertama dari 8 seniman Timur Tengah yang ikut menyuarakan dukungannya lewat komik atas insiden 'Charlie Hebdo', seperti dilansir Huffington Post, Senin (12/1/2015):

Khalid Albaih

Berasal dari Sudan, Khalid Albaih pertama kali menciptakan kartun seorang anak 'Supernamusa'. Ia menjadi ikon kartunis dalam gerakan revolusioner dari Mesir ingga ke Libanon.

Salah satu karya terpopulernya adalah gambar siluet Hosni Mubarak dengan makna ganda tentang kepemimpinan Mesir saat itu. Ia pun pernah menggambar kartun sebagai penghormatan atas pekerja Tunisia yang bunuh diri. Di karya komik pertamanya, ia menampilkan hubungan korban penyiksaan dengan terorisme.

Stavro Jabra

Seniman asal Libanon, Stavro Jabra menyebut dirinya sebagai kartunis revolusioner. Inspirasi karya-karyanya berasal dari berita khususnya dari negara asalnya. Selama bertahun-tahun, ia menerbitkan komiknya di koran Libanon.

Ketika berita pembantaian kantor Charlie Hebdo muncul, ia menggambar pensil yang ujungnya lancip dengan tulisan dalam frasa Prancis yang berarti 'kebebasan pers'.

Andeel

Kartunis Mohammad Qandeel atau dikenal dengan nama Andeel, 27 tahun ini membangun kariernya tak hanya sebagai seorang kartunis. Namun juga stand-up komedian dan penulis komedi.

Ia selalu mengkritik kepemimpinan orang nomor satu di negerinya. Baru-baru ini, karya seni dukungannya terhadap Charlie Hebdo dipublikasikannya di laman Facebook.

Emad Hajjaj

Kartunis Abu Mahjoob membuktikan kepiawaiannya dalam menggambar di negerinya. Komik klasiknya tidak hanya menyuarakan kebebasan orang-orang kecil maupun negaranya. Dari tahun 1999 hingga kini, ia selalu menyuarakan anti-pembunuhan melalui komik buatannya.
Halaman 2 dari 5
(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads