Akhir pekan lalu, agenda tersebut dengan menghadirkan tarian kombinasi hip-hop dan tradisi berjudul 'Old School' dari Boogie Dance Company. Serta berkolaborasi dengan kelompok musik Mahagenta dan Dolok Martimbus.
"Hip-hop yang kami tampilkan bukan hip-hop yang 'masa kini' seperti suffle dance. Tapi lebih ke hip hop 'zaman dulu' yang memperlihatkan gerakan-gerakan basic seperti walking dan popping karena itu kami ambil judul βOld School'," ujar pendiri dari Boogie Dance Company Serraimere Boogie Y. Koirewoa baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bogie Dance Company (BDC) merupakan sebuah grup pemuda yang begitu "gila-gila" dalam menari. Tarian yang dibawakan adalah tarian hip-hop yang berangkat dari beberapa teknik tradisional dan dikembangkan hingga menjadi tarian hip-hop bernuansa tradisional.
Sedangkan, Seirraimere Boogie Yason Koirewa, yang akrab disapa Boogie merupakan salah satu koreografer muda dan penari berbakat yang dimiliki Indonesia. Pria kelahiran 8 Juli 1987 ini pernah mengikuti Hongkong Art Festival (2007) sebagai penari di kelompok tari Jecko Siompo.
Sebagai koreografer, Boogie juga pernah membawa tarian berjudul "Merah" dan dipentaskan di Praha, Ceko. Boogie juga telah menghasilkan karya yang dipentaskan di berbagai acara seperti Indonesian Dance Festival, Indonesian Got Talent, Berlin Art Festival, dan World Culture Forum.
(tia/tia)











































