"Karya seninya tak lazim, Ono meluncurkan batch lalat di lapangan museum dan pengunjung diundang untuk melihat dan berinteraksi dengan serangga," ungkap salah seorang kurator, Jumat (19/12/2014).
Selain itu, Ono juga menampilkan tutorial riasan dan inovasi seni konseptual dalam pamerannya. Di tahun 1971, ia memulai debutnya dengan pameran bertajuk 'Museum of Modern [F]Art'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang periode tersebut, Ono menuturkan tahun-tahun itu yang terpenting bagi perkembangan artistiknya. Ia menghabiskan waktu di New York, Tokyo, dan London dan menghasilkan beberapa karya ikonik.
Termasuk sebuah lukisan yang dinamainya '"Painting to Be Stepped On" (1960/1961). Karya seni ini adalah menempatkan sebuah kanvas besar di atas lantai, memanggil penonton dan meminta para penonton untuk menginjaknya.
Selama lebih dari 50 tahun, Ono telah menyihir dunia dengan karya seni monumentalnya, puitis, dan konyol. Di tahun 2015, Museum Modern of Art New York juga akan mengundang Bjork untuk memamerkan karyanya Maret mendatang.
(tia/tia)










































