Sebuah novel berjudul 'Kambing dan Hujan' yang menceritakan kisah remaja antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menjadi juara pertama sayembara novel DKJ 2014. "Novel ini sudah satu tahun ada di penerbitan tapi ternyata tidak terbit," ujar sang penulis Mahfud Ikhwan di Teater Kecil, TIM, Kamis (18/12/2014).
Setelah tidak berhasil terbit, Mahfud pun mengirimkan naskahnya ke panitia lomba penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). "Kalau menang ya alhamdulillah, karena saya berbicara tentang masa lalu ini karena dia," ucapnya disambut gelak tawa dan riuh tepuk tangan penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Variasi dan permainan kata-katanya pun bisa dibilang unggul dan menyakinkan," tuturnya.
Kelebihan lainnya adalah terdapat beberapa penggunaan bahasa tulis generasi tua pada dasawarsa 1960-an (ejaan Suwandi) hingga bahasa email dan SMS generasi muda saat ini.
"Meski naskahnya lebih bagus tapi ada yang bermasalah seperti penggunaan bahasa Arab yang jarang familiar terdengar dan tidak dijelaskan. Dan kurangnya perspektif kurang kritis dengan peristiwa G 30 S PKI 1965," ungkap Nukila.
Berikut para pemenang #SayembaraNovelDKJ 2014:
Pemenang I: Novel berjudul 'KAMBING DAN HUJAN' karya MAHFUD IKHWAN
Pemenang II: Novel berjudul 'DI TANAH LADA' karya ZIGGY ZEZYAZEOVIENNAZABRIZKIE
Pemenang III: Novel berjudul 'NAPAS MAYAT' karya BAGUS DWI HANANTO
Pemenang IV: Novel berjudul 'PUYA KE PUYA' karya FAISAL ODDANG
(tia/mmu)











































