Di tengah hiruk pikuk Kota Tua dan eksotiknya bangunan tua tersebut, komplotan 'Jakarta 32 Derajat Celcius' yang terdiri dari 40 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengadakan pameran dan proses kerja artistik.
Direktur Festival 'Jakarta 32 Derajat Celcius' Andang Kelana mengatakan jika para peserta eksibisi diajak menceritakan kembali mengenai kawasan tersebut. "Kami mengajak mereka untuk melihat kembali bagaimana narasi-narasi yang muncul di kota ini dan menggunakannya sebagai sumber daya kreatif," ujarnya usai jumpa pers di Historia Food & Bar, Kota Tua, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali ini, terdapat tiga tempat yang digunakan untuk eksibisi. Yakni Historia Food & Bar, Kedai Seni Djakarte, dan Gedoeng Jasindo. Di lokasi ketiga, digunakan sebagai pembukaan eksibisi dengan menampilkan art performances dari Ragil Dwi Putra, Denny Darmawan, dan Haryo Hutomo.
"Tidak ada 40 mahasiswa saja tapi juga ada partisipan mahasiswa Willem De Kooning Academie dari Belanda," ujar Andang.
Ke-40 mahasiswa tersebut mengikuti 10 program lokakarya bersama dengan berbagai mentor. Mereka adalah Farid Rakun dan Gita Hastarika (arsitektur), lokakarya komik bersama Reza Mustar (@komikazer) dan Ardi Yunanto. Drawing bersama Saleh Husein dan Dwi 'Ube Wicaksono'.
Dilanjutkan video bersama Mahardhika Yudha dan Dibyokusumo Hadipamenang. Object art bersama Ade Darmawan, seni pertunjukan dengan Reza 'Asung' Afisiana. Seni ruang publik dengan MG Pringgotono dari SERRUM, fotografi dengan Anton Ismael dari Kelas Pagi Jakarta. Art merchandise dari Gardu House dan seni digital bersama dengan Jakarta Wasted Artist (JWA).
Selain itu, eksibisi ini juga diisi dengan presentasi khusus dari Surabaya dan Semarang, pemutaran film dan video, lokakarya bersama Cut and Rescue dan Komikazer. 'Jakarta 32 Derajat Celcius' adalah salah satu divisi di Ruang Rupa (forum antar mahasiswa di Jakarta). Setiap dua tahun, agenda pameran ini digelar dan bertujuan menumbuhkan dialog kritis para mahasiswa. Serta memperkenalkan karya terbaiknya kepada publik.
(tia/tia)











































