Kali ini, tema 'Bebas' dipilih oleh penyelenggara FTJ 2014. "Karena semuanya ingin bebas. Termasuk bebas memilih naskah," ungkap Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Dewi Noviami beberapa waktu lalu.
Festival ini bermula dari terselenggaranya Festival Teater Remaja pada 1973 silam. Serta dari 2006, ajang bergengsi ini diurus kembali oleh DKJ. "Sejak saat itu kami belajar untuk menolak merasa menjadi korban ketidakadilan kebijakan kebudayaan yang terus carut marut," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangkaian acara pun sudah digelar untuk memeriahkannya dari 5 Desember lalu. Festival ini dibuka dengan penampilan Teater Stasiun dan nantinya akan ditutup pertunjukan tari dari koreografi Yola Yulfianti. Ada juga workshop teater dan sajian presentasi hasil riset dua kelompok teater berjudul 'Kota yang Tenggelam'.
Pada malam penganugerahan FTJ 2014 akan digelar di Teater Kecil, TIM pada Senin, 15 Desember 2014 pukul 19.30-22.00. Pertunjukkan 'I Think.. Tonk' karya koreografer Yola Yulfianti. Informasi agenda selengkapnya cek akun Facebook Humas FTJ.
(tia/mmu)










































