Seperti dikutip dari situs BWCF 2014, serangkaian agenda akan digelar untuk memeriahkan perhelatan tersebut. Di antaranya seminar yang menghadirkan sejumlah pakar sejarah.
Mereka adalah Dr Daud Aris Tanudirjo yang akan berbicara tentang 'Sejarah Ratu Adil Masa Jawa Kuno', Dr Peter B.R. Carey berbicara mengenai 'Diponegoro, Ratu Adil dan Tata Kuasa dalam Masyarakat Jawa', Dr. A.Setyo Wibowo 'Ratu Adil Yunani Kuno dalam Perbandingan dengan Ratu Adil Jawa', dan Dr. Sri Margana 'Ratu Adil: Kekuasan dan Kraton'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Staf pengajar Universitas Cendrawasih, Jayapura Enos H. Rumansara akan bicara tentang 'Ratu Adil dalam Masyarakat Papua: Kasus Suku Siak'. Ada juga Bambang Purwanto, 'Kuasa dalam Nalar Nusantara Modern', Budiawan perihal 'Ideologi dan Sejarah Pemberontakan Kiri di Nusantara', dan Al Makin membahas 'Fenomena Kemunculan Berbagai Nabi Palsu dan Pergerakan Islam di Nusantara'.
Selain seminar, BWCF 2014 juga akan dimeriahkan dengan panggung musik, pementasan tari tradisional, pemutaran film, puisi, pameran seni rupa, pentas monolog hingga diskusi berbagai buku.
Di hari terakhir, seluruh rangkaian acara akan ditutup dengan pemberian penghargaan 'Sanghyang Kamahayanikan Award 2014'. Award ini diberikan kepada tokoh yang berjasa melakukan pengembangan dan pengkajian sejarah serta peradaban Nusantara yakni Dr.Peter B R Carey.
Ia merupakan sejarawan yang menghabiskan hidupnya untuk meneliti kekuasaan Jawa, khususnya Diponegoro. Festival yang baru diadakan tiga kali ini digelar oleh organisasi nirlaba bidang kebudayaan, Semana Foundation. Serta didukung oleh PT.Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.
(tia/mmu)











































