Lakon Ke-4 Berjudul Republik, 'Republik Cangik' Dinilai Berbeda dan Spesial

Produksi ke-136 Teater Koma

Lakon Ke-4 Berjudul Republik, 'Republik Cangik' Dinilai Berbeda dan Spesial

- detikHot
Selasa, 04 Nov 2014 11:08 WIB
Lakon Ke-4 Berjudul Republik, Republik Cangik Dinilai Berbeda dan Spesial
Dok.Rachman/detikFOTO
Jakarta -
Di pementasan terbarunya Teater Koma yang berjudul 'Republik Cangik' dinilai akan menampilkan sesuatu yang berbeda dan spesial. Karena ini merupakan lakon ke-4 yang berjudul 'Republik' dan menggunakan nama tokoh panakawan.

"Saya sudah menggunakan judul kata 'republik' di tiga pementasan sebelumnya," ujar sutradara sekaligus pendiri Teater Koma Nano Riantiarno di Galeri Indonesia Kaya kemarin.

Dalam lakon 'Republik Bagong' yang dipentaskan 2001 silam tersebut menceritakan tentang Presiden Gusdur yang merupakan simbol dari 'Bagong'. "Dalam konteks itu kan Gusdur dikeluarkan dari Istana. Tapi saya nggak tahu kalau pada akhirnya kejadian."

Tiga tahun kemudian, Teater Koma kembali mementaskan 'Republik Togog'. Lakon yang menceritakan tentang kemunafikan bangsa itu pun menuai kesuksesan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di produksi yang ke-116 berikutnya, pementasan berjudul 'Republik Petruk' pun digelar. Parodi sekaligus kritikan mengenai bangsa yang tidak berani membela harta maupun budaya bangsanya tidak melakukan tindakan apa pun.

"Saya tidak harus menyebutkan apa negaranya, atau apa saja yang diklaim sebagai milik mereka. Tapi Indonesia diam saja tidak melakukan apa-apa," ungkap Nano.

Produksi terbaru ini menghadirkan aktor dan aktris kawakan Teater Koma. Di antara Rita Matu Mona, Budi Ros, Subarkah Hadisarjana, Anneke Sihombing, Dorias Pribadi, Alex Fatahillah, Ohan Adiputra, Daisy Lantang, dan lain-lain.

Serta mengundang para pemain muda seperti Tuti Hartati, Bayu Dharmawan, Angga Yasti, Suntea Sisca, Ade Firman Hakim dan Rangga Riantiarno.
(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads