Tidak banyak toko-toko online maupun pusat perbelanjaan yang menjual barang-barang mainan plastik buatan desainer dunia ternama. Bukan mainan plastik yang dijual pada umumnya untuk anak kecil, tapi penggemar mainan ini adalah orang dewasa.
Mayoritas pembelinya adalah kelas menengah pekerja. Dari yang puluhan ribu hingga mencapai jutaan rupiah. Bentuk-bentuknya pun beragam. Ada yang dari film 'Turtle Ninja', 'Star Wars' sampai 'Hello Kitty Ugglydool' juga ada.
Ingin tahu di mana membelinya? Plastic Culture jawabannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir tahun 2013 lalu, kantor utama Plastic Culture pindah dari Jakarta ke Surabaya. Namun para penggemarnya bisa menyapa di berbagai akun media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook.
"Mereka juga bisa membeli melalui jalur online. Semua serba mudah, khususnya bagi barang limited edition, kami suka promo di medsos," kata Budi.
Plastic Culture merupakan toko tempat berkumpulnya para desainer dan penggemar dari vinyl toys. Didirikan oleh Joshua Artono, Plastic Culture ada dan berkembang di berbagai kota. Seperti di Bali, Surabaya, dan Bali.
Kini, Plastic Culture akan kembali hadir di Jakarta Pusat, persisnya di Grand Indonesia Shoping Town. Soft launching-nya sendiri digelar akhir bulan ini dan grand opening besar-besaran akan diadakan bulan depan.
(tia/mmu)











































