Mempercantik Bangku Trotoar Ibukota dengan Rajutan

Seni Menyulam ala RajutKejut

Mempercantik Bangku Trotoar Ibukota dengan Rajutan

- detikHot
Kamis, 23 Okt 2014 12:05 WIB
Mempercantik Bangku Trotoar Ibukota dengan Rajutan
Dok.RajutKejut
Jakarta - Jika berada di sekitar Museum Nasional, mampirlah ke bangku-bangku yang berada persis di depannya. Di antara bangku tersebut, akan ditemukan pemandangan yang unik. Yakni bangku taman dibungkus oleh rajutan berwarna-warni.

Tak hanya di depan Museum Nasional, ternyata bungkusan bangku taman tersebut juga berada di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI). Serta yang lagi booming adalah sebuah pohon di seberang Istana Negara yang dibungkus oleh komunitas RajutKejut.

Ya, komunitas yang berdiri Agustus 2014 ini sudah membuat beberapa bungkusan rajutan di ruang publik. "Kami para perajut memang ingin selalu membungkus benda-benda publik di ruang publik sebagai bentuk ekspresi seni kriya," ujar Harjuni Rochajati kepada detikHOT beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita yang akrab disapa Ati yang juga seorang ibu rumah tangga ini menjelaskan, di dunia bentuk ekspresi seni yang ia tekuni ini dikenal dengan istilah yarn bombing. Banyak karya yang menakjubkan yang berhasil dibuat oleh para perajut dunia.

"Yang kami bikin itu belum seberapa, tapi paling nggak kami sudah ikut mewarnai dunia yarn-bombing ini," ucap Ati yang pernah bekerja di Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).



Di awal berdirinya, RajutKecut muncul saat penyelenggaraan Jakarta Biennale 2013. Saat itu, pihak penyelenggara ingin mengundang komunitas rajut untuk berpartisipasi membuat karya di ruang publik. Sayangnya tidak berhasil menemukan satu komunitas sebagai wadah merajut. Ati yang juga berkecimpung dalam dunia craft atau kerajinan tangan pun terbersit ide untuk membuat komunitas rajut.

Kebetulan Ati dan beberapa kawannya memang gemar merajut. Namun selang setahun, ide tersebut mandek. "Saya kan cuma sekedar hobi saja. Tapi akhirnya juga penasaran mau buat di ruang publik," kenangnya. Alhasil, mereka nekad mengumpulkan kawan-kawan yang memiliki hobi dan semangat yang sama. Kemudian, dibuatlah fanpage dengan nama 'RajutKejut'.

Dalam beberapa bulan, anggota Rajut Kejut sudah puluhan. Hingga kini, anggota aktif yang ikut berpartisipasi membuat karya sudah ada 30 perajut. Di antaranya adalah perajut yang memang terbiasa membuat benda-benda yang bisa dijual.

Karya-karya RajutKejut bisa dilihat di dua bangku trotoar depan Museum Nasional yang dibuat 16 Agustus lalu jelang malam perayaan Kemerdekaan. Kedua, di depan Plasa Indonesia-Grand Hyatt Hotel yang dibungkus pada 12 September 2014. "Yang ini memperingati International Crochet Day," terang Ati.

Serta terakhir adalah membungkus pohon di seberang Istana Merdeka pada 19 Oktober 2014 dalam rangka merayakan terpilihnya Presiden baru Joko Widodo (Jokowi).

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads