Meski dari luar bangunan tersebut berwarna abu-abu, tapi ketika masuk nuansa cokelat terasa. Setiap perabot rumah tangga atau furniture dan aksesorisnya disesuaikan dengan warna senada. Namun Stenny tetap menggunakan cat berwarna putih.
Kamar pribadinya pu terletak di lantai dua juga berwarna cokelat. Kini, Stenny yang masing single dan tinggal sendiri di rumah itu sengaja merancangnya dengan gaya minimalis modern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah dengan Nuansa Cokelat
|
|
"Aku suka sama warna cokelat. Makanya semua furniture kalau bisa warna itu," ucapnya pekan lalu. Baginya warna cokelat melambangkan kedewasaan dalam segala hal.
Punya Ruang Baca
|
|
Ternyata di balik itu semua, pria kelahiran 23 Agustus 1975 tersebut gemar membaca. Seperti dua buku yang menjadi favoritnya yakni 'Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps' dan 'Why Men Don't Have A Clue and Women Always Need More Shoes'. Keduanya merupakan karangan Barbara and Allan Pease'.
Gemar Bersepeda
|
|
Banyak Ventilasi
|
|
"Rumah ini kan minim pencahayaan dari lampu, jadi mau alami pakai dari sinar matahari. AC juga gitu, cuma ada di kamar pribadi aku saja," katanya.
Dekat dengan Kebun Binatang Ragunan
|
|
Halaman 2 dari 6











































