Namun, Stenny tidak langsung membeli rumah pribadi seharga Rp 1 milliar tersebut. Ia harus membayar utang piutang dari bisnis keluarganya yang gagal. Jatuh bangun pekerjaan dilakoninya dengan serius. Hingga berhasil bangkit. Satu per satu Stenny membangun bisnis event organizer serta workshop-nya di Cimanggis.
Baru di tahun 2008 ia berhasil membangun kediaman dua lantai. Pembawa acara 'Penghuni Terakhir' itu pun menyulapnya menjadi suasana homey, dan dirancang sesuai keinginannya. Arsiteknya adalah Stenny sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal sebelum membelinya di sana, Stenny terlebih dahulu survei lokasi di daerah Jakarta Selatan lainnya. Seperti di Pancoran dan Jagakarsa.
Namun kawasan Ragunan membuatnya jatuh hati. "Ya sudah mantapkan saja beli di sini," ucap pria berdarah Minang ini.
Tak hanya memiliki kenangan masa kecil, tapi Stenny juga gemar berolahraga di kawasan Bonbin Ragunan. Setiap akhir pekan ia rajin jogging di sana. Udara yang masih segar dan suara satwa-satwa di sana, membuatnya betah berolahraga.
"Itulah Bonbin banyak banget fungsinya. Alhamdulillah bersyukur banget, bisa tinggal di sini," tuturnya.
Di dalam kediaman pribadi yang bergaya minimalis modern, Stenny menggunakan unsur serba cokelat. Warna tersebut menjadi favoritnya hingga kini. Setiap perabotan di ruangannya menggunakan warna senada. Ia pun menyebutnya dengan sebutan 'kandang' Stenny. Simak artikel rumah selebriti berikutnya di detikHOT!
(tia/ron)











































