Ini Berbagai Tempat Tongkrongan di Pasar Santa

Tren <i>Nongkrong</i> di Pasar

Ini Berbagai Tempat Tongkrongan di Pasar Santa

- detikHot
Rabu, 08 Okt 2014 12:46 WIB
Ini Berbagai Tempat Tongkrongan di Pasar Santa
Jakarta - Bulan ini kios-kios kreatif di Pasar Santa akan dibuka secara serentak. Berbagai lapak sudah mulai terisi dan dipadati oleh pengunjung. Khususnya saat menjelang akhir pekan. Pasar tradisional ini juga disebut sebagai salah satu tongkrongan anak muda hipster ibukota.

Dua bulan lalu saat detikHOT mengunjungi lantai teratas pasar, hanya ada beberapa kios yang baru buka. Salah satunya adalah A Bunch of Coffee Dealers (ABCD), sekarang belasan kios sudah buka. Anak muda yang biasa nongkrong di mall mulai memadati tempat ini.

Ingin tahu berbagai tongkrongan di Pasar Santa? Berikut rangkuman detikHOT:

A Bunch of Coffee Dealers

Kios kopi yang didirikan oleh barista Hendri Kurniawan atau dikenal dengan Phat Uncle dan Ve Handojo ini sudah berada di Pasar Santa sejak dua tahun lalu. ABCD menjadi oase tersendiri bagi tempat nongkrong ngopi di ibukota karena letaknya di lantai teratas pasar tradisional.

Serta uniknya jadwal buka dan tutup pop up bagi publik tergantung dengan ketersediaan kopi. Berita selengkapnya baca di sini.

Mie Chino

Kuliner yang satu ini juga menjadi tempat tongkrongan bagi anak muda Jakarta. Mie karet biasanya berada di kawasan Kota, Kelapa Gading maupun bagian utara Jakarta. Namun di lantai dua Pasar Santa, Mie Chino baru-baru ini tak kalah ngetren dari ABCD. Pendirinya adalah seorang chef yang baru pulang dari Melbourne Australia, dia membuka kios mie ini dengan harga terjangkau.

Penasaran? Ikuti saja informasi terkini tentang Mie Chino di akun Instagram-nya.

Post_Santa

Jika Pasar Santa dipadati oleh kuliner, kios kopi, barang-barang jadul, piringan hitam, dan barbershop. Namun di antara ratusan kios tersebut terdapat kios toko buku. Namanya Post_Santa yang didirikan oleh tiga orang yakni Maesy Angelina, Teddy Kusuma, dan Steven Ellis.

Gerai ini tidak hanya menjadi toko buku tapi juga setiap akhir pekan bisa disewakan sebagai kumpul komunitas dan pameran bagi seniman muda. Uniknya, buku-buku yang mereka jual dikuratori dan disediakan dari penerbit buku independen yang karyanya berkualitas.

Piringan Hitam

Ketika akhir pekan lalu detikHOT mengunjungi Pasar Santa Jakarta Selatan. Di sana terdapat dua kios yang menjual piringan hitam. Mereka adalah Substore dan Laidback Blues. Pendiri Substore Aria Anggadwipa dan Intan Anggita ikut membuka kios di sini setelah mengunjungi ABCD. Harga sewa yang terjangkau dan prospek industri kreatif yang akan maju juga menjadi salah satu alasannya.

Setiap akhir pekan, para pecinta piringan hitam pun suka berkumpul di Pasar Santa. Sedangkan harga jual piringan hitam Aria dan Intan mulai dari 75 ribu hingga Rp 800 ribu.

GayoBies Coffee

Selain ABCD, di sudut lorong lantai teratas Pasar Santa terdapat kedai kopi yang berasal dari dataran tinggi Aceh. Direktur GayoBies Coffee Radiana Mahaga yang juga petani dan pemanggang kopi tertarik membuat kios kopi di sini. Setiap akhir pekan, kedai ini pun dipenuhi oleh para pecinta kopi dan anak-anak muda Jakarta.
Halaman 2 dari 6
(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads