Tak pernah ada habisnya inspirasi seniman asal Tiongkok Ai Weiwei dalam menciptakan karya seni. Di akhir bulan lalu, ia membuka pameran besarnya di penjara Alcatraz, California, Amerika Serikat.
Berita sebelumnya dapat dibaca di sini.
Uniknya salah satu karya seni instalasi Ai Weiwei terbuat dari 1,2 juta potongan lego dan membentuk potret dari tahanan. Ai Weiwei juga pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi tahanan dan dilarang meninggalkan negara asalnya yakni Tiongkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai tokoh terlihat di sana seperti Aung San Suu Kyi, Martin Luther King, Nelson Mandela, Edward Snowden dan lain-lain. Dari studionya yang terletak di Beijing, ia terlebih dahulu menciptakan cetak biru digital dari setiap karya seninya.
Untuk mewujudkan karya seni instalasi 'Trace', seniman yang dikenal pembangkang ini membutuhkan 80 relawan di San Francisco. Mereka melakukannya tanpa mengetahui bagian akhir dari gambar, dan hanya menerima arahan jarak jauh dari Ai Weiwei.
Dalam sebuah wawancara kepada New York Times, Ai Weiwei mengatakan lego adalah bahan material yang tepat bagi karyanya kali ini. "Mereka sederhana dan mudah dibentuk, diubah dan juga dihancurkan. Saya suka ide ini karena sebagai simbol dari ekspresi manusia," tuturnya.
Pameran @Large ini dipamerkan di pulau bekas penjara Alcatraz, Amerika Serikat. Para pengunjung bisa melihatnya hingga 26 April 2015 mendatang.
(tia/ron)










































