Buku ini merupakan kelanjutan kisah detektif Cormoran Strike bersama asistennya Robin Ellacott dalam mengungkap kejahatan di Inggris yang sebelumnya diperkenalkan lewat novel perdana 'The Cuckoo's Calling'.
"Secara serentak novel ini rilis 11 Oktober di empat kota," ujar editor fiksi Penerbit Gramedia Pustaka Utama Siska Yuanita di Jakarta, Kamis (2/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini perlambang. Nggak seperti The Cuckoo's Calling yang bisa diganti," tuturnya. Sebelumnya, 'The Cuckoo's Calling' diterjemahkan menjadi 'Dekut Burung Kukuk'.
Ulat sutra merupakan simbol dari seorang penulis. Ibaratnya untuk menjadi seorang penulis dan menghasilkan karya yang bagus, maka tubuhnya harus dihancurkan terlebih dahulu. "Itu perlambangannya," jelas Siska.
Buku ini menceritakan tentang novelis bernama Owen Quine yang menghilang. Sang istri mengira suaminya hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari, seperti yang sering dia lakukan sebelumnya. Lalu ia meminta detektif Cormoran Strike untuk menemukan dan membawanya pulang.
Namun, ketika Strike memulai penyelidikan, dia mendapati bahwa menghilangnya Quine tidak sesederhana yang disangka istrinya. Novelis itu baru saja menyelesaikan naskah yang menjelek-jelekkan semua orang yang dia kenal.
(tia/mmu)











































