Tema perselingkuhan menjadi topik utama bagi Coelho. Namun yang menjadi persoalan bagaimana Coelho menuliskannya? Menurut kritikus sastra Rebecca Morisson, Coelho menuliskannya cenderung ceroboh dan minim riset.
"Ia membukanya dengan Alkitab tapi pembukaannya justru gagal terwujud. Bahasanya datar dan klise," ucapnya dikutip dari berbagai sumber Selasa (23/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi ternyata Linda mengalami depresi, hasrat seksualnya tinggi dan ia memandang ulang terhadap apa yang dimilikinya. Konflik terjadi ketika Linda bertemu dengan pria remaja yang jatuh cinta kepadanya.
"Ia tidak mampu membuat pembaca terangsang bagaimana hasrat seksual Linda dan nikmatnya perselingkuhan itu," ucap Morisson.
Karya terbarunya tersebut jelas berbanding terbalik dengan The Alchemist yang memiliki perenungan bagi para pembacanya. Coelho dikenal sebagai penulis yang mampu membuat bukunya menjadi terlaris di seluruh dunia melebihi 150 juta. Seperti Aleph, Eleven Minutes, dan The Pilgrimage.
Karyanya diterjemahkan ke dalam 80 bahasa. Ia memiliki akun Facebook dengan 17 juta penggemar dan 9 juta pengikut di akun Twitter pribadinya.
(tia/ron)











































