Topi menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah penampilan. Tidak hanya berfungsi di kepala sebagai penyelamat dari sinar matahari tapi juga tren tersendiri bagi anak muda.
Di Amerika Serikat pada abad ke-19 dan 20, topi mode flat cap menjadi sumber inspirasi bagi model-model topi berikutnya. Benda ini merupakan simbol para pekerja pria bersama dengan jaket dan sepatu boots kulit.
Meski terkesan tradisional, jenis topi ini masih banyak dipakai khususnya oleh sastrawan dan seniman Indonesia. Salah satunya adalah Putu Wijaya. Perjalanan flat cap sama saja dengan topi kupluk yang dipakai ketika udara dingin maupun di pegunungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya yang memakai adalah pemain football, skaters maupun penyanyi dan komunitas hip hop. Tapi kini bisa dipakai siapa saja dan dalam kegiatan apa pun. Cara menggunakannya tidak dalam posisi ke depan melainkan belakang. Disebutnya sebagai topi snapback.
Selain itu, ada lagi topi berjenis jaring atau disebut trucker cap yang bisa didesain sendiri melalui situs shoutcap.net. Sekarang brand yang berdiri sejak 2012 silam sudah banyak penggemarnya, baik kalangan selebriti Tanah Air dan komunitas-komunitas.
Kali ini, detikHOT akan mengulas mengenai topi-topi tersebut. Simak sepanjang hari ini!
(tia/mmu)











































