10 Keunikan Novelis Haruki Murakami (2)

10 Keunikan Novelis Haruki Murakami (2)

- detikHot
Selasa, 26 Agu 2014 12:35 WIB
10 Keunikan Novelis Haruki Murakami (2)
Jakarta - Novelis asal Jepang Haruki Murakami baru saja merilis novel terbarunya yang berjudul 'Colorless Tsukuru Tazaki And His Years Of Pilgrimage'. Untuk mempromosikannya, ia menghadiri festival budaya, seni, dan sastra bergengsi di Edinburgh, Skotlandia.

Dalam sebuah diskusi buku bersama kritikus sastra John Mullan, Murakami membocorkan beragam fakta mengenai dirinya dan inspirasinya menulis selama ini. Antara lain, ia mengaku benar-benar lupa dengan apa yang telah ditulisnya.

Dikutip dari Guardian, berikut di antara berbagai fakta unik tentang sang novelis:

Novel-novelnya Diterjemahkan ke Bahasa Inggris

Novelis ini pernah mendapatkan World Fantasy Award (2006) dan Frank O'Connor International Short Story Award (2006). Murakami juga telah menerjemahkan sejumlah karyanya dalam bahasa Inggris. Karya-karya pentingnya seperti A Wild Sheep Chase (1982), Norwegian Wood (1987), The Wind-Up Bird Chronicle (1994-1995), Kafka on the Shore (2002), dan 1Q84 (2009–2010).

Dalam sebuah diskusi dengan Mullan, Murakami mengatakan tidak masalah karyanya diterjemahkan oleh penerjemah jelek. "Saya bisa membaca buku-buku saya dalam bahasa Inggris tapi tidak dengan Prancis, Rusia, Jerman dan bahasa lain. Jika selesai diterjemahkan, mereka mengirimkan naskah. Itu tidak jadi soal," ungkapnya.

Jarang Punya Ide Cerita

Saat diskusi buku, beberapa pembaca ingin mengetahui ide cerita dalam novel-novelnya. Namun ia mengatakan jarang mempunyai ide cerita.

"Ketika saya menulis, saya tidak tahu ide apa yang akan datang," ujar Murakami. Misalnya dalam 'The Wind-Up Bird Chronicle' hal pertama yang ingin ditulisnya adalah soal panggilan burung. Karena ia mendekar suara burung di halaman belakang rumahnya. Namun hal berikutnya yang ingin ditulisnya adalah memasak spaghetti.

"Ini aneh! Saya menulisnya selama dua tahun dan tidak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya," ungkapnya.

Selalu Gunakan Kata 'Kebetulan' dalam Novelnya

Dalam beberapa adegan di setiap novelnya, Murakami selalu menjelaskan suatu peristiwa dengan kata 'kebetulan'. Mengapa?

Ia menjelaskan bahwa banyak penulis ternama dunia menggunakannya. "Ini tidak realistis tapi tidak ada seorang pun yang mengeluh bagaimana cerita itu terjadi. Itu poin saya karena begitu banyak kebetulan dalam hidup saya."

Hal Terbaik Menjadi Penulis

Baginya menekuni profesi sebagai penulis hal terbaik yang datang kepadanya adalah tidak ada bos atau atasan. "Saya tidak akan direpotkan dengan rapat, atasan dan hal-hal seperti itu."

Butuh Musik Saat Menulis

Banyak penggemar Haruki Murakami yang menanyakan saat diskusi buku di Festival Edinburgh, apakah ia memiliki soundtrack maupun musik yang disenangi saat menulis?

Ia mengiyakannya. "Aku butuh sesuatu seperi musik dan lagu-lagu itu otomatis datang kepada saya. Biasanya saya mendengarkan musik ketika menulis dan di sanalah cenderung ide tersebut datang," ucap Murakami.
Halaman 2 dari 6
(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads