Cerita ini dikicaukannya sejak 14 Juli lalu dan selama enam hari ia menuliskannya dalam 270 tweet. "Kisah ini tentang remaja yang membutuhkan obat Valium milik ibunya dan perjalanan dari obat tersebut," ungkapnya.
Mitchell memberikan judul di cerita pendeknya yakni 'The Right Sort'. Ia juga menganggap akun Twitter adalah cara yang terampuh untuk menuliskan cerita terbaru dari karakter yang berserakan di pikirannya.
Penulis asal Inggris ini menuliskan 'Cloud Atlas' pada 2004 yang terdiri dari enam cerita bersambung. Berkisah tentang pulau terpencil di Pasifik Selatan abad ke-19 pasca kiamat, novel ini diadaptasi ke film pada 2012 dengan judul yang sama.
Kepada BBC Radio Mitchell mengatakan bahwa dirinya akan mempromosikan buku terbarunya 'The Bone Jam'. "Publisis saya menyakinkan agar menggunakan akun Twitter sebagai media promosi. Saya jarang sekali memakainya," katanya.
Novel terbarunya itu akan rilis pada September mendatang. Novel tersebut menceritakan tentang petualangan wanita muda yang melibatkan fenomena psikis dan mistik berbahaya.
(tia/mmu)











































