Kisah Jeremy Teti Dapat Rumah dengan DP 100 Ribu

Rumah Sejuta Kisah Jeremy Teti

Kisah Jeremy Teti Dapat Rumah dengan DP 100 Ribu

- detikHot
Senin, 07 Jul 2014 11:32 WIB
Kisah Jeremy Teti Dapat Rumah dengan DP 100 Ribu
rumah Jeremy Teti (asep/detikhot)
Jakarta - Lepas dari profesi di bidang jurnalistik yang telah belasan tahun ia jalani, kini sosok Jeremy Teti lebih dikenal sebagai artis. Ada banyak kisah menarik yang muncul selepas ia bertekad untuk banting stir ini. Salah satunya adalah soal pendapatan yang ia rasakan sangat jauh berbeda dari profesi sebelumnya.

Meningkatnya pemasukan ini berpengaruh pada pembenahan rumah yang telah lama ia tempati. Baru sekitar dua bulan terakhir Jeremy menempati rumah lamanya dalam wajah yang baru. Ia melakukan renovasi besar-besaran pada kediamannya yang berada di kawasan Kotabumi, Tangerang itu.

DetikHOT pun berkesempatan untuk menyambangi presenter dan juga pelawak tersebut. Dengan hangat ia menyambut dan menceritakan seluk-beluk rumahnya yang memiliki sejuta kisah itu. Berikut laporan lengkap detikHOT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara deretan perumahan yang cukup padat, ada sebuah bidang tanah dengan bentuk yang tak lazim. Tanahnya seperti memiliki hoek kecil, atau mudahnya digambarkan dengan bentuk tanah yang sedikit menikung. Pagar hitam dengan ornamen bentuk lingkaran merah ini merupakan kediaman yang telah lama ditingali oleh Jeremy Teti.

Ia sudah menjadi warga di kawasan ini selepas kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998. "Awalnya saya beli rumah ini pada pasca kerusuhan tahun 1998. Saya mulai tempati ini Juni 1998," kenangnya saat berbincang dengan detikHOT.

Di tengah kesibukannya meliput kejadian pasca reformasi, ia sekaligus mencari sebuah rumah yang dirasanya akan ideal. Namun rumah ini memiliki kondisi tanah yang dikatakan sebagai 'hoek-nya miring', dan harus ia beli dengan uang tunai.

"Karena kerusuhan daerah sini sudah pada dibakar-bakarin semua kan, ruko-ruko pun dibakar, akhirnya ada orang yang mau jual tapi dijualnya tunai. Tanahnya juga bentuknya hoek-nya miring, tapi saya mikirnya waktu itu yang penting ada halaman," kisahnya.



Dan, beruntungnya, tanah lebih yang berbentuk miring itu tidak dihitung oleh pengembangnya. Aslinya, rumah yang dihuni Jeremy ini merupakan rumah tipe 36 dengan luas tanah sekitar 90 meter persegi. Namun dengan tanah ekstra yang ia dapatkan cuma-cuma karena bentuknya dianggap aneh oleh pengembangnya, total tanah yang ia miliki adalah 280 meter persegi.

Saat itu, ketika dengan semangatnya ia akan membeli rumah ini, Jeremy memberikan DP sebesar Rp 100 ribu sebagai tanda jadi yang diminta oleh pemilik rumahnya. "Dulu orangnya minta uang berapa saja, ya saya cuma ada 100 ribu, orang lagi liputan," jelasnya.

DP yang kecil tadi dikembangkan menjadi Rp 500 ribu rupiah sebagai tanda pengikatnya. Ia melunasi rumah yang saat itu dibeli dengan harga Rp 20 jutaan itu dalam tempo satu bulan. "Bayarnya berkala dan dilunasi dalam tempo satu bulan. Terakhir uangnya kurang Rp 3 juta, akhirnya saya pinjam ke adik saya dulu, bilang ke dia kalau saya harus beli rumah ini dan supaya rumah ini enggak diambil orang," paparnya.

(ass/hkm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads