Meningkatnya pemasukan ini berpengaruh pada pembenahan rumah yang telah lama ia tempati. Baru sekitar dua bulan terakhir Jeremy menempati rumah lamanya dalam wajah yang baru. Ia melakukan renovasi besar-besaran pada kediamannya yang berada di kawasan Kotabumi, Tangerang itu.
DetikHOT pun berkesempatan untuk menyambangi presenter dan juga pelawak tersebut. Dengan hangat ia menyambut dan menceritakan seluk-beluk rumahnya yang memiliki sejuta kisah itu. Berikut laporan lengkap detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sudah menjadi warga di kawasan ini selepas kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998. "Awalnya saya beli rumah ini pada pasca kerusuhan tahun 1998. Saya mulai tempati ini Juni 1998," kenangnya saat berbincang dengan detikHOT.
Di tengah kesibukannya meliput kejadian pasca reformasi, ia sekaligus mencari sebuah rumah yang dirasanya akan ideal. Namun rumah ini memiliki kondisi tanah yang dikatakan sebagai 'hoek-nya miring', dan harus ia beli dengan uang tunai.
"Karena kerusuhan daerah sini sudah pada dibakar-bakarin semua kan, ruko-ruko pun dibakar, akhirnya ada orang yang mau jual tapi dijualnya tunai. Tanahnya juga bentuknya hoek-nya miring, tapi saya mikirnya waktu itu yang penting ada halaman," kisahnya.

Dan, beruntungnya, tanah lebih yang berbentuk miring itu tidak dihitung oleh pengembangnya. Aslinya, rumah yang dihuni Jeremy ini merupakan rumah tipe 36 dengan luas tanah sekitar 90 meter persegi. Namun dengan tanah ekstra yang ia dapatkan cuma-cuma karena bentuknya dianggap aneh oleh pengembangnya, total tanah yang ia miliki adalah 280 meter persegi.
Saat itu, ketika dengan semangatnya ia akan membeli rumah ini, Jeremy memberikan DP sebesar Rp 100 ribu sebagai tanda jadi yang diminta oleh pemilik rumahnya. "Dulu orangnya minta uang berapa saja, ya saya cuma ada 100 ribu, orang lagi liputan," jelasnya.
DP yang kecil tadi dikembangkan menjadi Rp 500 ribu rupiah sebagai tanda pengikatnya. Ia melunasi rumah yang saat itu dibeli dengan harga Rp 20 jutaan itu dalam tempo satu bulan. "Bayarnya berkala dan dilunasi dalam tempo satu bulan. Terakhir uangnya kurang Rp 3 juta, akhirnya saya pinjam ke adik saya dulu, bilang ke dia kalau saya harus beli rumah ini dan supaya rumah ini enggak diambil orang," paparnya.
(ass/hkm)











































