Hal ini dikatakan oleh Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan Industri Musik Kemenparekraf Republik Indonesia Juju Masunah yang mendampingi Denny Malik dan grup. "Mereka akan diundang lagi untuk hadir di musim dingin mendatang," ujarnya seperti dalam rilis yang diterima detikHOT, Jumat (4/7/2014).
Duta Besar Federasi Rusia dan Republik Belarus yang juga menghadiri festival tersebut menyampaikan kesan positif terhadap festival ini yang merupakan salah satu ajang promosi seni dan budaya Indonesia di kawasan Siberia, khususnya di Krasnoyarsk.
"Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia di Krasnoyarsk. Selama ini seni dan budaya memang menjadi pintu masuk untuk lebih memperkenalkan potensi Indonesia kepada masyarakat Rusia baik ekonomi, sosial budaya, pariwisata, pendidikan maupun perdagangan," ujar Dubes Djauhari Oratmangun.
Perwakilan tim dari Indonesia ini tampil memesona dengan tarian dan musik tradisional Indonesia. Bahkan koreografi tarian ada yang diubah menjadi kontemporer. Seluruh anggota tim baik lelaki maupun perempuan tampil dengan sangat lincah dan lentur dengan iringan musik dan lagu yang berirama menghentak dinamis.
Festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata Federasi Rusia, Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia serta di bawah pengawasan Komisi UNESCO untuk Federasi Rusia. Serta diikuti oleh 30 negara di Asia Pasifik. Di antaranya adalah Indonesia, Australia, Bangladesh, Brunei, India, Guatemala, Korea, Costa Rica, Selandia Baru, Amerika Serikat, Thailand, Fiji dan Filipina.
Selain tampil di panggung utama festival, Denny Malik dan tim juga tampil di sebuah kota di Krasnoyarsk yang ditempuh sekitar satu jam dari ibukota. Di sana Indonesia mendapatkan sambutan meriah dari pejabat dan masyarakat di kota tersebut. Penonton pun seakan tak mau beranjak dari tempat duduk mereka saat penampilan Indonesia ditutup oleh alunan suara merdu Arro dan Leone.
(tia/ass)











































