"Ketiga kisah ini benang merahnya adalah cinta. Ceritanya berbeda tapi satu makna," ujar sutradara Rusmedie Agus kepada detikHOT di Artswara Studio, Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Kisah-kisah tersebut menceritakan tentang tokoh Cut Nyak Dien (Kikan Namara) yang cinta kepada negerinya, Radjiman (Chandra Satria) seorang tukang pijat di Jawa Tengah yang tertarik kepada mitos di tempat tinggal. Serta terakhir hubungan antara ibu bernama Laksmi (Sita Nursanti) dan anak perempuannya Kirana (Nina Tamam) dan Amba (Belia Ulva).
Pentas selama 1,5 jam yang digelar di Teater Salihara akan menggabungkan antara tarian, lagu, dialog yang dinyanyikan dan emosional antara tokoh satu sama lain.

"Di sini para pemainnya anak muda dan dalam 'Tresna' kami ingin mengeksplorasi kemampuan kami dalam menyikapi tradisi dengan bentuk yang berbeda," ungkap Rusmedie.
Sebelumnya, drama musikal 'Tresna' pernah dibawakan di Galeri Indonesia Kaya pada Januari lalu. Namun dengan durasi dan pentas seadanya. Setelahnya, pihak Artswara ingin mementaskannya dengan konsep drama musikal utuh dan durasi yang lebih panjang.
Ide kisah tiga cinta ini datang dari eksekutif produser 'Tresna' Maera Panigoro. "Selama 2,5 bulan kami godok dan atur ulang konsepnya. Tentunya dengan beberapa pemain baru dibandingkan Tresna yang pertama," katanya.
Seperti tokoh Cut Nyak Dien yang kini diperankan oleh Kikan Namara. Serta penambahan dialog yang lebih emosional dan koreografi tari lebih kontemporer. Pihaknya pun mengemasnya tidak dalam per adegan satu kisah, namun ketiga kisah tersebut menyatu jadi satu.
"Jadi kalau ditanya ada berapa lagu di sini tuh susah karena justru banyak dialog yang dinyanyikan dan kami tidak memotongnya per babak atau adegan. Nah, di sinilah keunikan dari drama musikal 'Tresna'," tutur Rusmedie. Tertarik menontonnya?
(tia/mmu)











































