Namanya 'Labyrinth of Plastic Waste'. "Patung raksasa yang dibangun dari botol plastik bekas mampu menunjukkan caranya yang puitis dan estetik," ujar salah satu seniman yang tergabung dalam grup Luzinterruptus seperti dikutip dari situsnya luzinterruptus.com, Senin (16/6/2014).
Dengan adanya karya ini menunjukkan jumlah sampah plastik yang dikonsumsi sehari-hari kian bertambah. "Ini merupakan masalah serius di negara-negara berkembang dan mengacu ke bisnis pembotolan air," ungkapnya.
Di dalam instalasi, para pengunjung boleh dan bebas memasuki ruangan setinggi 11 meter tersebut. Jalurnya memang seperti labirin yang memutar. Instalasi ini terbentuk dari logam yang dibentuk kotak sebagai tempat menggantung plastik transparan.
Siapa pun boleh menaruh botol berwarna warni bekas pakai. Hingga saat ini sudah ada 6 ribu botol. Jika siang hari, sinar matahari akan berkilauan melalui botol-botol tersebut.
Namun ketika malam hari lampu LED yang disorotkan akan menyinari karya seni ini. "Cobalah masuk ke dalamnya saat malam, akan terasa seperti ruang ajaib yang bersinar," ujarnya.
Karya seni instalasi jalanan ini dibuka untuk umum selama dua minggu. Nantinya, di akhir festival plastik dan botol-botol bekas tersebut akan digunakan kembali dan didaur ulang.
(tia/mmu)











































