Mengintip Seni Rupa Kontemporer Korea di Museum Nasional

Mengintip Seni Rupa Kontemporer Korea di Museum Nasional

- detikHot
Rabu, 11 Jun 2014 16:07 WIB
Mengintip Seni Rupa Kontemporer Korea di Museum Nasional
Jakarta - Bulan ini sebanyak 16 seniman Korea Selatan mengadakan pameran bertajuk 'Window K-Art' di Museum Nasional yang memajang keindahan Korea dari berbagai sisi. Mulai dari lukisan tradisional Korea, keramik, pahatan, patung, foto, hingga instalasi video.

Pameran yang digelar hingga pertengahan bulan ini bekerja sama dengan Kedutaan Besar Korea Selatan, Korean Cultural Center Indonesia, Symyo Gallery Korea yang berfokus pada pasar Asia Tenggara dan International Cultural Center Surabaya.

Berikut, beberapa karya seni kontemporer buatan seniman Korea yang unik dan membuat para pengunjung terkagum-kagum.

View (Green)

Karya buatan Jung Kwang Sik ini merupakan pahatan batu namun dibuatnya seperti lukisan. Ia mengambil batu yang berasal dari Jepang, memahatnya agar menampilkan tekstur berantakan. Sekilas bebatuan tersebut memang terlihat seperti kayu.

Di pameran kali ini ia membawa dua karyanya, yakni yang berwarna hijau dan coklat. Seniman ini sudah pernah memamerkan karyanya di Bill Lowe Gallery Atlanta, Simyo Galerry di Seoul, Nampo Art Museum, Goheung dan lain-lain.

View (Green)

Karya buatan Jung Kwang Sik ini merupakan pahatan batu namun dibuatnya seperti lukisan. Ia mengambil batu yang berasal dari Jepang, memahatnya agar menampilkan tekstur berantakan. Sekilas bebatuan tersebut memang terlihat seperti kayu.

Di pameran kali ini ia membawa dua karyanya, yakni yang berwarna hijau dan coklat. Seniman ini sudah pernah memamerkan karyanya di Bill Lowe Gallery Atlanta, Simyo Galerry di Seoul, Nampo Art Museum, Goheung dan lain-lain.

Early Spring

Karya instalasi video ini sekilas seperti lukisan pemandangan saja. Namun jika didekati, ia akan menampilkan berbagai gambar yang berbeda dan suara. Suara yang dikeluarkan yakni gemericik air terjun, langkah kaki, dan lain-lain.

Awalnya, seniman Lee Nam terinspirasi dari lukisan asal China. Karya ini dinamainya 'Early Spring'.

Early Spring

Karya instalasi video ini sekilas seperti lukisan pemandangan saja. Namun jika didekati, ia akan menampilkan berbagai gambar yang berbeda dan suara. Suara yang dikeluarkan yakni gemericik air terjun, langkah kaki, dan lain-lain.

Awalnya, seniman Lee Nam terinspirasi dari lukisan asal China. Karya ini dinamainya 'Early Spring'.

Silence

Lukisan tiga dimensi ini dibuat dari goresan pensil yang digariskan secara berulang-ulang hingga membentuk garis horizontal. Seniman asal Korea Selatan Yoon Sang Yuel membuatnya di atas kertas dan dalam tiga kanvas besar.

Silence

Lukisan tiga dimensi ini dibuat dari goresan pensil yang digariskan secara berulang-ulang hingga membentuk garis horizontal. Seniman asal Korea Selatan Yoon Sang Yuel membuatnya di atas kertas dan dalam tiga kanvas besar.

Rest

Di atas kanvas hitam berukuran 92 x 192 sentimeter, seniman Lee Hae Gee membuat gambar Buddha sedang duduk bersila. Namun, posisinya membelakangi kanvas. Sehingga nampak bagian punggungnya saja. Ia sengaja menggunakan bubuk emas di bagian Buddha-nya.

Dalam setiap karyanya, Hae Gee selalu menggambarkan sosok Buddha dalam berbagai dimensi dan versi.

Rest

Di atas kanvas hitam berukuran 92 x 192 sentimeter, seniman Lee Hae Gee membuat gambar Buddha sedang duduk bersila. Namun, posisinya membelakangi kanvas. Sehingga nampak bagian punggungnya saja. Ia sengaja menggunakan bubuk emas di bagian Buddha-nya.

Dalam setiap karyanya, Hae Gee selalu menggambarkan sosok Buddha dalam berbagai dimensi dan versi.
Halaman 2 dari 10
(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads